| Alkohol Sama Bahayanya Dengan Narkoba! INI SEPERTI IRONI. Tak henti kita baca penangkapan gembong-gembong narkoba kelas kakap. Tak henti-hentinya kita baca, penggrebegan tempat-tempat pembuatan ekstasi terbesar, tapi kita juga baca penderita dan pemakai narkoba tiap tahun malah meningkat. Ada apa ini? |
Thursday, October 23, 2008
Alkohol Sama Bahayanya Dengan Narkoba!
Tips Kencan Pertama
| Tips Kencan Pertama |
Tidak peduli berapa kali kamu pernah pacaran atau menjalin hubungan dengan lawan jenis, tetap saja kencan pertama menjadi salah satu momentum yang paling signifikan artinya, terutama bagi kelanjutan hubungan kalian berdua nantinya. Karena itulah, kencan pertama masih menjadi sesuatu yang dianggap "menakutkan" bagi sebagian remaja, sehingga mereka pun menjadi khawatir dan tidak tenang menjelang hari H. Tapi, kamu tidak perlu takut. Kencan pertama selalu bisa menjadi hal yang menyenangkan, dan tentunya mudah. Berikut ini serangkaian tips yang bisa kamu ikuti: Suatu kencan yang terencana akan lebih berhasil dibandingkan kencan yang acaranya baru diputuskan pada saat-saat terakhir. Perjelas tanggal, waktu dan tempatnya, serta hal-hal yang akan dilakukan, misalnya nonton dimana, jam berapa, film apa, dan seterusnya. |
Perempuan Menopause, Bagaimana dengan Pria?
Sampai di usia tua, pria tetap memproduksi sperma. Sp/luther ulag
Gangguan hidup yang berkaitan dengan proses penuaan pada pria (andropause) akankah selalu terjadi? Pertanyaan ini sering muncul dan menghantui pikiran para pria yang beranjak memasuki usia lansia. Hal ini juga dikaitkan dengan kondisi yang terjadi pada proses penuaan peremuan, yaitu menopause.
Menopause adalah proses menurunnya produksi hormon estrogen yang erat kaitannya dengan menipisnya atau habisnya sel telur pada perempuan yang memasuki usia 45 tahun lebih. Hal seperti ini apakah bisa terjadi juga pada pria?
Menurut dr Heru H Oentoeng, MRepro, SpAnd dari Siloam Hospitals, Jakarta Barat, pada pria tidak terjadi habisnya produksi sperma. Sampai di usia tua, pria tetap memproduksi sperma. Tak heran kalau pernah terjadi kasus seorang kakek bisa menghamili perempuan yang usianya jauh lebih muda.
Sel spermatozoa dan hormon laki-laki (testosteron) diproduksi oleh dua sel yang berbeda, dan proses produksi tersebut mulai aktif sejak usia pubertas. Bila sudah memasuki usia lanjut, maka yang terjadi adalah penurunan produksi hormon testosteron yang menimbulkan gangguan mirip dengan menopause pada perempuan. Pada pria gejala itu disebut Testosterone Deficiency Syndrome (TDS) atau istilah kerennya andropause.
Untuk mengetahui gejala tersebut ada 10 tanda-tanda yang termasuk di dalam The St Louis ADAM (Androgen Deficiency in the Aging Male) questionnaire, yaitu:
- Terjadi penurunan gairah seksual
- Merasa lemah dan kekurangan energi
- Terjadi penurunan daya tahan tubuh
- Penurunan tinggi badan
- Penurunan pada kualitas hidup, jadi tidak bergairah.
- Perasaan sedih dan sering marah- marah
- Mengalami disfungsi ereksi
- Penurunan kemampuan terhadap aktivitas olahraga
- Sering mengantuk bila habis makan
- Penurunan prestasi kerja
Dengan urutan gejala ini, bila pria mengalami masalah pada no 1 dan 7 atau kombinasi empat atau lebih dari gejala- gejala tersebut, maka dikatakan pria tersebut mengalami andropause dan mungkin memerlukan terapi hormonal pengganti.
Pada pria lansia juga terjadi kurangnya elastisitas dari pembuluh darah di korpus kavernosa penis, sehingga tidak mampu menerima dan menahan banyak aliran darah di dalamnya. Pembuluh darah pada lansia cenderung mengalami penebalan, sehingga daya kekuatan pengisian korpus kavernosa akan berkurang. Hal ini menyebabkan kualitas ereksi penis jadi berkurang.
Kondisi ini juga dihubungkan dengan proses penurunan produksi dan kerja dari hormon testosteron, dan akan diperparah oleh adanya penyakit kronis seperti kencing manis, darah tinggi, kegemukan, atau pola hidup yang tidak sehat. Untuk mendapatkan terapi hormonal pengganti, agar bisa kembali menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik, perlu diketahui riwayat kesehatan pria lansia tersebut dan pemeriksaan hormonal yang mendasari pemberian terapi.
Bila sedang mengalami penyakit kronis yang cukup berat, maka perlu dikendalikan dulu sejalan dengan terapi hormonal pengganti yang akan dilaksanakan. Adanya gangguan pada kelenjar prostat merupakan halangan terapi tersebut bisa dijalankan.
Terapi hormonal pengganti dapat dilakukan melalui pemberian obat minum, gel, patch (koyo tempel), atau obat injeksi. Dan yang menjadi unggulan sekarang adalah yang melalui injeksi hormon testosterone undecanoate dan disuntikkan ke tubuh setiap tiga bulan sekali. "Dengan terapi ini kalangan pria lansia bisa meningkatkan kualitas hidup, dan menjadi lebih ber- bahagia," ungkap Heru. [ARS/M-15]
Wednesday, October 22, 2008
Ups... Half Naked Show
Hampir setiap minggu, biasanya pada hari Rabu, Kamis, Jum'at dan Sabtu
malam, ponsel saya selalu mendapat kiriman sms (short message semice) yang isinya tak lain adalah undangan b'gaul gitu Iho. Dari sekadar undangan berdugem ria di sejumlah kafe trendsetter dengan deje-deje favorit, menyaksikan fashion show dengan menampilkan koleksi busana lingerie sampai pertunjukan tarian half naked alias separuh telanjang; dari penari cewek sampai penari cowok, semua ada dan tersedia.
Dalam sebulan terakhir ini misalnya, saya tak pernah absen mampir ke tiga kafe yang menggelar pertunjukan syur yang bisa membuat urat syaraf kendor untuk sesaat. Ya, paling tidak bisa memelototi tubuh-tubuh indah yang hanya terbalut beberapa helai baju selama satu jam lebih. Rabu malam, sekitar pukul sebelas, saya bersama beberapa kawan dekat sudah asyik menenggak beberapa gelas jackdie coke di sofa empuk berwama merah hati di sebuah klab berinisial BL di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Klab yang baru sekitar lima bulan beroperasi ini, punya acara spesial dengan tema sexy dancer. Kalau sekadar seksi, barangkali saya tak perlu repot-repot mengundang beberapa teman untuk bergabung.
"Kalau cuma penari seksi sih sudah terlalu biasa. Yang model begitu, di mana-mana juga ada," ceplos Bimo, teman saya.
Puluhan tamu, kebanyakan laki-laki yang memenuhi ruangan, dengan ekspresi biasa menyaksikan sesi pertama lima penari cewek bertopeng yang ya, menutup tubuhnya di bagian dada dan alat vital. Lima penari itu dengan lincah dan agresif meliuk seksi dengan mengitari seluruh ruangan dan sesekali mendekati kerumunan tamu. Puncak tarian terjadi pada sesi kedua mereka tak segan-segan melepaskan kain penutup di bagian dada. Mereka menyebar dan satu persatu mendatangi kerumunan para tamu. Sesekali naik ke atas meja, menari di bawah siraman lampu. Lalu menyentuh, menggoda, meliuk seksi dengan mengguncangkan seluruh badanya, begitu seterusnya. Beberapa tamu menyelipkan tips berupa lembaran Rp 50 & Rp 100 ribuan. Selama satu jam, mereka menyuguhkan tarian erotis itu.
Kamis malam saya ditemani tiga teman cewek dan satu cowok, dari pukul sepuluh berkongkow ria di bar 2F di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ada puluhan tamu, kebanyakan laki-laki, tersebar di ruangan bar. Suasana memang agak sepi maklum baru pukul sepuluh. Sebotol Bacardi, dua gelas chivaz coke dan B52 serta tiga gelas Kahlua Cream menjadi minuman penghangat selama menunggu acara dimulai.
"Jam berapa sih mulai acaranya? Gue penasaran banget pengen nonton pennari laki. Macho gak?" tanya Retna, sahabat cewek saya, berusia 26 tahun, rajin dugem tapi mengaku belum pemah menonton tarian laki-laki.
Byar!!! Lampu meredup. Pukul sebelas malam lewat lima belas menit, empat penari cowok mulai beraksi. Mereka menyebar di setiap sudut. Ada yang di dalam bar, ada yang memilih menari di atas kursi dan ada juga yang langsung berada di tengah kerumunan tamu.
Alamak, mereka hanya mengenakan G string yang minimalis yang hanya menutup bagian paling sentral di tubuh. Retna yang memang penasaran, dengan seksama memperhatikan tontonan syur itu. Mereka berbadan atletis, laki-laki tulen, berotot, perut rata, bertinggi di atas 170 cm dan ups...G string itu Iho, mana tahan. Retna mengaku deg-deg-degan menyaksikan mereka bisa meliuk dengan begitu seksi. Apalagi ketika salah satu dari mereka berjalan mendekat ke arahnya.
"Ampun deje, matiin lampunya dong. Ha...ha...," Retna berteriak kecil tapi tak mengurangi hasratnya untuk menari bersama. Ya, malam itu di 2Ftengah menggelar acara regular: GAY NITe with SEXy MALe Dancers. Tapi lucunya, selain para gay yang datang, banyakjuga tamu cewek yang penasaran ingin melihat laki-laki dalam setengah bugil bergoyang. Salah satunya ya Retna.
Minggu depannya, kamis malam, sekitar awal Agustus, saya iseng iseng mampir ke AV di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Saya mendapat undangan yang, aduh gimana ya, kalau dibaca menggoda banget. "12 ladies on BIKINI. they will be SEXy Fashion & Dance. PrePare `urself 2 ORGI+NAL ShoW." Begitu sms yang saya terima.
Sendirian saya duduk di bar. Menenggak beberapa gelas bir Corona, menyaksikan siaran langsung 12 cewek dalam balutan busana bikini melenggang dan menari. Itu saja. Selebihnya, saya makin mathum kalau temyata, tempat hiburan malam di Jakarta tengah berlomba keras menjual ragam acara untuk menggaet tamu sebanyak-banyaknya.
Caranya? Ya, apalagi kalau tidak menyuguhkan sesuatu yang berbau seks. Tak percaya? Sekali waktu, pada Rabu atau Kamis malam, silakan menyisir ketiga klab malam tersebut. Dijamin, SEXy & Half NaKed Dancers, MALE SuPEr SEXyDancers atau LADIES on Bikini, pasti Anda temukan. Selanjutnya, terserah Anda lah yaw !!! ©
Kekerasan Waktu Pacaran? Putusin Aja....
KEKERASAN dalam pacaran? Yang bener aja! Di mana-mana yang namanya pacaran khan buat seneng-seneng, isinya cinta-cintaan, rayu-rayuan, saling menunjukkan perhatian, memberi support, dan sebagainya. Emang-nya ada pacaran yang isinya tonjok-tonjokan? Kalau kamu berpikiran begitu, berarti kamu ketinggalan zaman.
Sekarang semakin banyak kasus yang berkaitan dengan tindak kekerasan, muncul dalam pacaran. Jadi yang namanya pacar, yang mestinya mencintai, melindungi, dan sebagainya, malah sering merongrong kita, melakukan kekerasan baik fisik maupun mental, dan malah membuat kita menderita.
Siapa sih yang biasa jadi korban beginian? Jangan bosen dengan jawaban: perempuan. Lagi-lagi perempuan yang menjadi korban kekerasan. Laki-laki juga bisa menjadi korban kekerasan dalam pacaran, cuman "untungnya" jumlahnya sedikit. Alasannya, ya sekali lagi karena laki-laki menganggap perempuan lemah dan penurut.
Sebenarnya apa sih yang dimaksud kekerasan dalam pacaran? Perilaku atau tindakan seseorang dapat digolongkan sebagai tindak kekerasan dalam percintaan atau pacaran bila salah satu pihak merasa terpaksa, tersinggung, dan disakiti dengan apa yang telah dilakukan pasangannya, baik dalam hubungan suami-istri atau pada hubungan pacaran.
Kadang hal ini banyak yang menyangkal, apa ada kekerasan dalam pacaran? Apa pun yang dilakukan orang dalam pacaran, itu khan atas dasar suka sama suka, awalnya saja dari ketertarikan, enggak lucu dong kalo sampai muncul kekerasan. Tetapi jangan salah, kasus kekerasan dalam pacaran memang ada dan ini juga bukan lelucon. Memang, kasus-kasus kekerasan dalam pacaran ini kurang terekspose, so enggak heran kalo masih banyak yang enggak percaya. Nah biar enggak penasaran, kita simak apa sebenarnya makhluk yang bernama kekerasan dalam pacaran ini.
Suatu tindakan dikatakan kekerasan bila sampai melukai seseorang, baik secara fisik maupun psikologis. Bila yang melukai adalah pacar kamu, maka ini bisa digolongkan tindak kekerasan dalam pacaran. Tindakan melukai secara fisik, misalnya dengan memukul, bersikap kasar, perkosaan, dan lain-lain.
Sedangkan melukai secara psikologis, misalnya bila pacarmu suka menghina kamu, selalu menilai kelebihan orang lain tanpa melihat kelebihan kamu, cemburu berlebihan, dan sebagainya. Namun, bentuk kekerasan yang paling sering terjadi adalah kekerasan seksual bisa berupa pelecehan seksual secara verbal maupun fisik, memaksa melakukan hubungan seks, dan lain sebagainya.
Menghadapi kekerasan dalam pacaran sering lebih sulit bagi kita, karena anggapan, orang pacaran pasti didasari perasaan cinta, simpati, sayang, dan perasaan-perasaan positif lainnya. Sehingga, kalau pacar kita marah-marah dan membentak atau menampar kita, kita pikir karena dia lagi capek, lagi kesal, bad mood atau mungkin karena kesalahan kita sendiri, sehingga dia marah. Hal klasik yang sering muncul dalam kasus kekerasan dalam pacaran adalah perasaan menyalahkan diri sendiri dan merasa "pantas" diperlakukan seperti itu.
Pikiran seperti "ah mungkin karena saya memang kurang cantik, sehingga dia sebel", atau "mungkin karena saya kurang perhatian sama dia", "mungkin karena saya kurang sabar" dan lain-lain, sehingga dia jadi "ketagihan" merendahkan dan melakukan terus kekerasan terhadap pasangannya. Waduh, pacaran saja sudah begitu, gimana kalau sudah menikah tuh? [berbagai sumber/ty/foto: istimewa]