Thursday, October 23, 2008

Alkohol Sama Bahayanya Dengan Narkoba!

 
Alkohol Sama Bahayanya Dengan Narkoba!

INI SEPERTI IRONI. Tak henti kita baca penangkapan gembong-gembong narkoba kelas kakap. Tak henti-hentinya kita baca, penggrebegan tempat-tempat pembuatan ekstasi terbesar, tapi kita juga baca penderita dan pemakai narkoba tiap tahun malah meningkat. Ada apa ini?

Sedikit kisah tentang persoalan narkoab di luarnegeri. Laporan Police Foundation (Yayasan Polisi) di Inggris mengakui bahwa undang-undang dan hukum yang ada untuk pemilikan mariyuana menyebabkan lebih banyak kerugian daripada untuk mencegah. Laporan mengusulkan pencabutan ancaman penjara untuk pengguna mariyuana dengan menentukan mariyuana sebagai narkoba kelas C dibanding kelas B sekarang, dan juga untuk mengubah status ecstasy dan LSD dari kelas A menjadi kelas B. Perubahan ini akan menciptakan "hierarki kerugian" yang lebih sesuai dan meningkatan kepercayaan pada undang-undang.

Ketua penyelidikan, Lady Runciman, mengatakan, "Kami menyimpulkan bahwa pesan yang paling bahaya adalah pesan bahwa semua narkoba sama bahayanya. Jika remaja tahu dari pengalaman sendiri bahwa sebagian dari pesan dilebih-lebihkan atau bohong, ada risiko serius mereka akan mengabaikan semua sisa pesan...Bukti baru-baru ini menunjukkan ada keperluan mendesak untuk mengarahkan perhatian pada kerugian yang utama dari heroin dan kokain.

Mariyuana: Laporan mengatakan penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerugian fisik dan mental, dan mabuk karena mariyuana dapat membahayakan orang lain, tetapi mariyuana kurang merugikan dibanding alkohol dan tembakau. (Laporan mengesankan jika alkohol dianggap sebagai narkoba, itu akan ditetapkan sebagai kelas A, sama dengan kokain, heroin dan metadon, dan tembakau akan menjadi kelas B, sama dengan amfetamin, barbiturat dan kodein). Undang-undang mariyuana membebani mengenai terutama kaum muda dari kelompok minoritas di perkotaan dalam mempidanakan mereka, dan ini akhirnya merusak masa depan jangka panjangnya, dan merusak hubungan antara polisi dan masyarakat.

Yayasan tersebut mengusulkan ancaman penjara untuk pemilikan mariyuana sebaiknya diganti dengan sistem peringatan non-resmi, peringatan resmi dan denda tetap, dengan maksimum 3.500 pound (lebih dari 5.000 dolar AS) untuk pelanggar terus-menerus. Denda sebaiknya tidak mengandung catatan pidana. Dampak utama dari klasifikasi mariyuana kembali sebagai narkoba kelas C akan mencabut kekuasaan polisi untuk penangkapan karena pemilikan, walaupun polisi tetap berkuasa untuk razia dalam pencarian narkoba. Penyelidikan menyarankan orang yang menanam mariyuana dalam jumlah kecil untuk keperluan sendiri sebaiknya didenda atau diperingati seperti yang memiliki, dan tidak lagi dianggap pengedar. Penyelidikan juga mengusulkan meringankan undang-undang mengenai pemakaian tempat untuk menghisap mariyuana, dan peraturan mengenai penggunaan narkoba ini untuk keperluan medis. Namun itu tidak sampai mendukung pendirian kedai kopi gaya Belanda yang menjual mariyuana.

Ecstasy dan LSD: Setelah menerima nasihat dari Royal College of Psychiatrists mengenai kerugian relatif narkoba terawas, penyelidik ingin mengubah klasifikasi narkoba ini. Dikatakan narkoba tersebut kurang berbahaya secara bermakna daripada heroin dan opiat lain atau kokain. Ada kurang dari sepuluh kematian terkait ecstasy setiap tahun, dibanding dengan 2.100 kematian dari narkoba ilegal lain.

Lagi pula, ecstasy dan LSD tidak seadiktif narkoba kelas A lainnya. Laporan mengatakan mengklasifikasikan mereka sama dengan heroin dan kokain dapat memberi pesan pada pengguna ecstasy bahwa narkoba kelas A lain akan menyebabkan sedikit dampak kerugian.

Pengedaran: Laporan mendesak sanksi yang jauh lebih keras untuk pengedar semua narkoba ilegal. Dikatakan walaupun peningkatan besar dalam penyitaan, tidak ada bukti bahwa narkoba lebih sulit diperoleh atau lebih mahal.

Laporan mengusulkan penciptaan pelanggaran baru yaitu pengedaran, yang dapat membolehkan pengadilan menghukum pengedaran terus-menerus dibanding dengan satu tindakan pemasok terpencil. Sebuah badan diusulkan didirikan untuk menyita semua harta terkait narkoba dari pedagang yang dihukum.

Pedoman hukuman baru diperlukan untuk menentukan pengadilan memperhatikan faktor menjengkelkan seperti kelibatan dalam kelompok kriminal teratur, penggunaan kekerasan atau senjata api, memasok narkoba pada anak, atau memakai anak sebagai pengedar. Diusulkan hukuman keras untuk perdagangan dalam narkoba kelas A (penjara 20 tahun dibanding dengan maksimum 15 tahun sekarang), dan tidak mengubah maksimum 14 tahun penjara untuk perdagangan dalam narkoba kelas B, tetapi maksimum untuk narkoba kelas C sebaiknya dinaikkan dari lima menjadi tujuh tahun.

Itu memang cerita diluarngeri. Bagaimana Indonesia? Jangan kaget kalau oknum aparat polisi atau tentara ternyata juga menjadi "beking" dari peredaran barang haram tersebut. Perputaran narkoba yang tiada habisnya itu, memag menyedihkan. Kekuatan yang paling dahsyat untuk menangkalnya adalah diri kita sendiri. Sekali jatuh, teruruklah kita. [joko/foto: istimewa]


Tips Kencan Pertama

 
Tips Kencan Pertama


Kencan pertama adalah salah satu hal terpenting dalam mulainya sebuah hubungan. Ketika kamu bertemu dengan seseorang yang kamu taksir, lalu setelah masa-masa perkenalan dirasa cukup, kamu mungkin akan mengajaknya diajak olehnya untuk pergi kencan.

Tidak peduli berapa kali kamu pernah pacaran atau menjalin hubungan dengan lawan jenis, tetap saja kencan pertama menjadi salah satu momentum yang paling signifikan artinya, terutama bagi kelanjutan hubungan kalian berdua nantinya. Karena itulah, kencan pertama masih menjadi sesuatu yang dianggap "menakutkan" bagi sebagian remaja, sehingga mereka pun menjadi khawatir dan tidak tenang menjelang hari H.

Tapi, kamu tidak perlu takut. Kencan pertama selalu bisa menjadi hal yang menyenangkan, dan tentunya mudah. Berikut ini serangkaian tips yang bisa kamu ikuti:

Suatu kencan yang terencana akan lebih berhasil dibandingkan kencan yang acaranya baru diputuskan pada saat-saat terakhir. Perjelas tanggal, waktu dan tempatnya, serta hal-hal yang akan dilakukan, misalnya nonton dimana, jam berapa, film apa, dan seterusnya.

  • Datanglah tepat waktu! Hal ini seringkali menjadi hal yang membuat teman kencan kita merasa sudah kesal terlebih dahulu, sehingga kencan pun malah jadi mimpi buruk. Datang terlambat juga bisa menunjukkan bahwa kamu kurang bisa dipercaya. Kalau kamu bakal dating terlambat karena memang terpaksa, beritahu dia serta alasannya, jangan biarkan dia menunggu tanpa tahu apa yang terjadi.

  • Perhatikan pakaianmu. Pakailah yang membuatmu merasa nyaman. Tak perlu sampai memakai baju baru atau berdandan berlebihan (pemborosan uang dan waktu). Pakaian yang bersih dan cocok untukmu, hanya itu yang dibutuhkan untuk penampilan.

  • Jika teman kencanmu memuji penampilanmu, jangan langsung menyangkalnya atau malah mengatakan sesuatu yang merendahkan dirimu. Katakan saja terima kasih sambil tersenyum.

  • Fokuskan perhatianmu hanya kepadanya. Jangan biarkan matamu jelalatan kesana kemari. Ingat bahwa kamu sendiri pun tidak ingin diperlakukan demikian.

  • Ingatlah untuk santai. Ingat bahwa kencan adalah hal yang dimaksudkan untuk kesenangan. Tersenyumlah sekali-kali. Sebuah senyum tidak hanya menunjukkan kamu adalah pribadi yang menarik dan menyenangkan,tapi juga dapat membuatmu dan dia juga merasa lebih tenang.

  • Tunjukkan rasa tertarik pada teman kencanmu. Jangan takut untuk bertanya, karena kencan ini memang bertujuan untuk mengenal dia dengan lebih baik, dan apakah kalian berdua cocok atau tidak.

  • Bersikaplah hormat setiap waktu. Hormati pendapatnya, kebutuhan, dan batas-batas yang ia tetapkan. Jangan sekali-kali memaksanya untuk menyetujui pendapatmu atau melakukan hal-hal yang ia tidak inginkan.

  • Ingatlah untuk selalu menjadi dirimu sendiri ! Sekali kamu berpura-pura atau mengucapkan kebohonga yang tak perlu, kamu akan terpaksa melakukannya terus-menerus. Sikap percaya diri akan membuat semuanya lancar dan menghindarkanmu dari perasaan gugup atau tegang.

  • Jangan hanya terjebak pada penampilan luar. Perhatikan apa yang ada "didalam". Kamu bisa saja menyia-nyiakan seseorang yang sebenarnya hebat dan cocok untukmu, jika kamu keburu tidak puas dengan penampilan luarnya.

  • Hindari berbicara terlalu banyak, walau untuk menghindari kesunyian. Anggap saja kesunyian sebagai hal yang wajar dalam sebuah percakapan (karena memang benar begitu!). Berbicara terlalu banyak malah akan membuatmu terlihat gugup, tidak percaya diri, terkesan dibuat-buat, dan sebagainya. Biarkan percakapan diantara kalian mengalir dengan alami.

  • Tidak perlu terpaku pada topik yang kalian berdua sama-sama senangi. Biarkan saja dia bercerita tentang topik yang ia senangi. Selain kamu bisa tahu lebih banyak tentang dia, kamu juga bisa menambah pengetahuan kan? Ketika ia sedang berbicara, jangan langsung diinterupsi, dan benar-benar dengarkan ia tanpa berpikir tentang apa yang harus kamu ucapkan sebagai balasan.

  • Perbanyak pengetahuanmu. Jika dia tipe orang yang menyukai perkembangan berita, tak ada salahnya membaca koran, majalah, nonton TV, dan sebagainya. Berita terbaru selalu bisa menjadi topik yang menarik untuk didiskusikan bersama. (tis)
  • Perempuan Menopause, Bagaimana dengan Pria?

     

    Sampai di usia tua, pria tetap memproduksi sperma. Sp/luther ulag

    Gangguan hidup yang berkaitan dengan proses penuaan pada pria (andropause) akankah selalu terjadi? Pertanyaan ini sering muncul dan menghantui pikiran para pria yang beranjak memasuki usia lansia. Hal ini juga dikaitkan dengan kondisi yang terjadi pada proses penuaan peremuan, yaitu menopause.

    Menopause adalah proses menurunnya produksi hormon estrogen yang erat kaitannya dengan menipisnya atau habisnya sel telur pada perempuan yang memasuki usia 45 tahun lebih. Hal seperti ini apakah bisa terjadi juga pada pria?

    Menurut dr Heru H Oentoeng, MRepro, SpAnd dari Siloam Hospitals, Jakarta Barat, pada pria tidak terjadi habisnya produksi sperma. Sampai di usia tua, pria tetap memproduksi sperma. Tak heran kalau pernah terjadi kasus seorang kakek bisa menghamili perempuan yang usianya jauh lebih muda.

    Sel spermatozoa dan hormon laki-laki (testosteron) diproduksi oleh dua sel yang berbeda, dan proses produksi tersebut mulai aktif sejak usia pubertas. Bila sudah memasuki usia lanjut, maka yang terjadi adalah penurunan produksi hormon testosteron yang menimbulkan gangguan mirip dengan menopause pada perempuan. Pada pria gejala itu disebut Testosterone Deficiency Syndrome (TDS) atau istilah kerennya andropause.

    Untuk mengetahui gejala tersebut ada 10 tanda-tanda yang termasuk di dalam The St Louis ADAM (Androgen Deficiency in the Aging Male) questionnaire, yaitu:

    - Terjadi penurunan gairah seksual

    - Merasa lemah dan kekurangan energi

    - Terjadi penurunan daya tahan tubuh

    - Penurunan tinggi badan

    - Penurunan pada kualitas hidup, jadi tidak bergairah.

    - Perasaan sedih dan sering marah- marah

    - Mengalami disfungsi ereksi

    - Penurunan kemampuan terhadap aktivitas olahraga

    - Sering mengantuk bila habis makan

    - Penurunan prestasi kerja

    Dengan urutan gejala ini, bila pria mengalami masalah pada no 1 dan 7 atau kombinasi empat atau lebih dari gejala- gejala tersebut, maka dikatakan pria tersebut mengalami andropause dan mungkin memerlukan terapi hormonal pengganti.

    Pada pria lansia juga terjadi kurangnya elastisitas dari pembuluh darah di korpus kavernosa penis, sehingga tidak mampu menerima dan menahan banyak aliran darah di dalamnya. Pembuluh darah pada lansia cenderung mengalami penebalan, sehingga daya kekuatan pengisian korpus kavernosa akan berkurang. Hal ini menyebabkan kualitas ereksi penis jadi berkurang.

    Kondisi ini juga dihubungkan dengan proses penurunan produksi dan kerja dari hormon testosteron, dan akan diperparah oleh adanya penyakit kronis seperti kencing manis, darah tinggi, kegemukan, atau pola hidup yang tidak sehat. Untuk mendapatkan terapi hormonal pengganti, agar bisa kembali menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik, perlu diketahui riwayat kesehatan pria lansia tersebut dan pemeriksaan hormonal yang mendasari pemberian terapi.

    Bila sedang mengalami penyakit kronis yang cukup berat, maka perlu dikendalikan dulu sejalan dengan terapi hormonal pengganti yang akan dilaksanakan. Adanya gangguan pada kelenjar prostat merupakan halangan terapi tersebut bisa dijalankan.

    Terapi hormonal pengganti dapat dilakukan melalui pemberian obat minum, gel, patch (koyo tempel), atau obat injeksi. Dan yang menjadi unggulan sekarang adalah yang melalui injeksi hormon testosterone undecanoate dan disuntikkan ke tubuh setiap tiga bulan sekali. "Dengan terapi ini kalangan pria lansia bisa meningkatkan kualitas hidup, dan menjadi lebih ber- bahagia," ungkap Heru. [ARS/M-15]

    Wednesday, October 22, 2008

    Ups... Half Naked Show

     
     
     Ups... Half Naked Show

    Aje gile...! Rasanya satu kalimat pendek itu cukup untuk menggambarkan kehidupan malam Jakarta belakangan ini. Bukan apa-apa, malam-malam Jakarta dari hari ke hari makin menggila dengan aneka ragam hiburan yang kental dengan erotisme dan seksualitas. Tidak usah bicara private show yang banyak disuguhkan di ruang karaoke atau sejumlah klab tertentu, di sejumlah kafe, diskotek atau bar yang notabene terbuka untuk umum pun pertunjukan berbau ketelanjangan itu mulai marak digelar.

    Hampir setiap minggu, biasanya pada hari Rabu, Kamis, Jum'at dan Sabtu
    malam, ponsel saya selalu mendapat kiriman sms (short message semice) yang isinya tak lain adalah undangan b'gaul gitu Iho. Dari sekadar undangan berdugem ria di sejumlah kafe trendsetter dengan deje-deje favorit, menyaksikan fashion show dengan menampilkan koleksi busana lingerie sampai pertunjukan tarian half naked alias separuh telanjang; dari penari cewek sampai penari cowok, semua ada dan tersedia.

    Dalam sebulan terakhir ini misalnya, saya tak pernah absen mampir ke tiga kafe yang menggelar pertunjukan syur yang bisa membuat urat syaraf kendor untuk sesaat. Ya, paling tidak bisa memelototi tubuh-tubuh indah yang hanya terbalut beberapa helai baju selama satu jam lebih. Rabu malam, sekitar pukul sebelas, saya bersama beberapa kawan dekat sudah asyik menenggak beberapa gelas jackdie coke di sofa empuk berwama merah hati di sebuah klab berinisial BL di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Klab yang baru sekitar lima bulan beroperasi ini, punya acara spesial dengan tema sexy dancer. Kalau sekadar seksi, barangkali saya tak perlu repot-repot mengundang beberapa teman untuk bergabung.

    "Kalau cuma penari seksi sih sudah terlalu biasa. Yang model begitu, di mana-mana juga ada," ceplos Bimo, teman saya.

    Puluhan tamu, kebanyakan laki-laki yang memenuhi ruangan, dengan ekspresi biasa menyaksikan sesi pertama lima penari cewek bertopeng yang ya, menutup tubuhnya di bagian dada dan alat vital. Lima penari itu dengan lincah dan agresif meliuk seksi dengan mengitari seluruh ruangan dan sesekali mendekati kerumunan tamu. Puncak tarian terjadi pada sesi kedua mereka tak segan-segan melepaskan kain penutup di bagian dada. Mereka menyebar dan satu persatu mendatangi kerumunan para tamu. Sesekali naik ke atas meja, menari di bawah siraman lampu. Lalu menyentuh, menggoda, meliuk seksi dengan mengguncangkan seluruh badanya, begitu seterusnya. Beberapa tamu menyelipkan tips berupa lembaran Rp 50 & Rp 100 ribuan. Selama satu jam, mereka menyuguhkan tarian erotis itu.

    Kamis malam saya ditemani tiga teman cewek dan satu cowok, dari pukul sepuluh berkongkow ria di bar 2F di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ada puluhan tamu, kebanyakan laki-laki, tersebar di ruangan bar. Suasana memang agak sepi maklum baru pukul sepuluh. Sebotol Bacardi, dua gelas chivaz coke dan B52 serta tiga gelas Kahlua Cream menjadi minuman penghangat selama menunggu acara dimulai.

    "Jam berapa sih mulai acaranya? Gue penasaran banget pengen nonton pennari laki. Macho gak?" tanya Retna, sahabat cewek saya, berusia 26 tahun, rajin dugem tapi mengaku belum pemah menonton tarian laki-laki.

    Byar!!! Lampu meredup. Pukul sebelas malam lewat lima belas menit, empat penari cowok mulai beraksi. Mereka menyebar di setiap sudut. Ada yang di dalam bar, ada yang memilih menari di atas kursi dan ada juga yang langsung berada di tengah kerumunan tamu.

    Alamak, mereka hanya mengenakan G string yang minimalis yang hanya menutup bagian paling sentral di tubuh. Retna yang memang penasaran, dengan seksama memperhatikan tontonan syur itu. Mereka berbadan atletis, laki-laki tulen, berotot, perut rata, bertinggi di atas 170 cm dan ups...G string itu Iho, mana tahan. Retna mengaku deg-deg-degan menyaksikan mereka bisa meliuk dengan begitu seksi. Apalagi ketika salah satu dari mereka berjalan mendekat ke arahnya.

    "Ampun deje, matiin lampunya dong. Ha...ha...," Retna berteriak kecil tapi tak mengurangi hasratnya untuk menari bersama. Ya, malam itu di 2Ftengah menggelar acara regular: GAY NITe with SEXy MALe Dancers. Tapi lucunya, selain para gay yang datang, banyakjuga tamu cewek yang penasaran ingin melihat laki-laki dalam setengah bugil bergoyang. Salah satunya ya Retna.

    Minggu depannya, kamis malam, sekitar awal Agustus, saya iseng iseng mampir ke AV di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Saya mendapat undangan yang, aduh gimana ya, kalau dibaca menggoda banget. "12 ladies on BIKINI. they will be SEXy Fashion & Dance. PrePare `urself 2 ORGI+NAL ShoW." Begitu sms yang saya terima.

    Sendirian saya duduk di bar. Menenggak beberapa gelas bir Corona, menyaksikan siaran langsung 12 cewek dalam balutan busana bikini melenggang dan menari. Itu saja. Selebihnya, saya makin mathum kalau temyata, tempat hiburan malam di Jakarta tengah berlomba keras menjual ragam acara untuk menggaet tamu sebanyak-banyaknya.

    Caranya? Ya, apalagi kalau tidak menyuguhkan sesuatu yang berbau seks. Tak percaya? Sekali waktu, pada Rabu atau Kamis malam, silakan menyisir ketiga klab malam tersebut. Dijamin, SEXy & Half NaKed Dancers, MALE SuPEr SEXyDancers atau LADIES on Bikini, pasti Anda temukan. Selanjutnya, terserah Anda lah yaw !!! ©Sumber: Male Emporium

    Kekerasan Waktu Pacaran? Putusin Aja....

    Kekerasan Waktu Pacaran? Putusin Aja....

    KEKERASAN dalam pacaran? Yang bener aja! Di mana-mana yang namanya pacaran khan buat seneng-seneng, isinya cinta-cintaan, rayu-rayuan, saling menunjukkan perhatian, memberi support, dan sebagainya. Emang-nya ada pacaran yang isinya tonjok-tonjokan? Kalau kamu berpikiran begitu, berarti kamu ketinggalan zaman.

    Sekarang semakin banyak kasus yang berkaitan dengan tindak kekerasan, muncul dalam pacaran. Jadi yang namanya pacar, yang mestinya mencintai, melindungi, dan sebagainya, malah sering merongrong kita, melakukan kekerasan baik fisik maupun mental, dan malah membuat kita menderita.

    Siapa sih yang biasa jadi korban beginian? Jangan bosen dengan jawaban: perempuan. Lagi-lagi perempuan yang menjadi korban kekerasan. Laki-laki juga bisa menjadi korban kekerasan dalam pacaran, cuman "untungnya" jumlahnya sedikit. Alasannya, ya sekali lagi karena laki-laki menganggap perempuan lemah dan penurut.

    Sebenarnya apa sih yang dimaksud kekerasan dalam pacaran? Perilaku atau tindakan seseorang dapat digolongkan sebagai tindak kekerasan dalam percintaan atau pacaran bila salah satu pihak merasa terpaksa, tersinggung, dan disakiti dengan apa yang telah dilakukan pasangannya, baik dalam hubungan suami-istri atau pada hubungan pacaran.

    Kadang hal ini banyak yang menyangkal, apa ada kekerasan dalam pacaran? Apa pun yang dilakukan orang dalam pacaran, itu khan atas dasar suka sama suka, awalnya saja dari ketertarikan, enggak lucu dong kalo sampai muncul kekerasan. Tetapi jangan salah, kasus kekerasan dalam pacaran memang ada dan ini juga bukan lelucon. Memang, kasus-kasus kekerasan dalam pacaran ini kurang terekspose, so enggak heran kalo masih banyak yang enggak percaya. Nah biar enggak penasaran, kita simak apa sebenarnya makhluk yang bernama kekerasan dalam pacaran ini.

    Suatu tindakan dikatakan kekerasan bila sampai melukai seseorang, baik secara fisik maupun psikologis. Bila yang melukai adalah pacar kamu, maka ini bisa digolongkan tindak kekerasan dalam pacaran. Tindakan melukai secara fisik, misalnya dengan memukul, bersikap kasar, perkosaan, dan lain-lain.

    Sedangkan melukai secara psikologis, misalnya bila pacarmu suka menghina kamu, selalu menilai kelebihan orang lain tanpa melihat kelebihan kamu, cemburu berlebihan, dan sebagainya. Namun, bentuk kekerasan yang paling sering terjadi adalah kekerasan seksual bisa berupa pelecehan seksual secara verbal maupun fisik, memaksa melakukan hubungan seks, dan lain sebagainya.

    Menghadapi kekerasan dalam pacaran sering lebih sulit bagi kita, karena anggapan, orang pacaran pasti didasari perasaan cinta, simpati, sayang, dan perasaan-perasaan positif lainnya. Sehingga, kalau pacar kita marah-marah dan membentak atau menampar kita, kita pikir karena dia lagi capek, lagi kesal, bad mood atau mungkin karena kesalahan kita sendiri, sehingga dia marah. Hal klasik yang sering muncul dalam kasus kekerasan dalam pacaran adalah perasaan menyalahkan diri sendiri dan merasa "pantas" diperlakukan seperti itu.

    Pikiran seperti "ah mungkin karena saya memang kurang cantik, sehingga dia sebel", atau "mungkin karena saya kurang perhatian sama dia", "mungkin karena saya kurang sabar" dan lain-lain, sehingga dia jadi "ketagihan" merendahkan dan melakukan terus kekerasan terhadap pasangannya. Waduh, pacaran saja sudah begitu, gimana kalau sudah menikah tuh? [berbagai sumber/ty/foto: istimewa]