Wednesday, November 5, 2008

Pria Perlu Tahu: Disfungsi Ereksi Pada Wanita


 
Pria Perlu Tahu: Disfungsi Ereksi Pada Wanita

Tak ada salahnya Anda menambah wawasan Anda dengan membaca artikel berikut ini. Kali ini membahas tentang permasalah gangguan seksual pada wanita. Ternyata gangguan disfungsi ereksi tak hanya monopoli kaum pria. Wanita pun tak lepas dari masalah ini. Bahkan hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah wanita yang mengalami disfungsi seksual lebih besar dibanding pria. Survei yang dilakukan oleh The American Medical Association pada 1999 menunjukkan, 43 persen wanita berusia 19-59 tahun mengalami disfungsi seksual dalam berbagai tingkatan.

Kondisi di Indonesia sendiri diperkirakan jumlahnya lebih besar dari itu. Namun untuk ukuran pastinya sangat tidak mudah didapat mengingat tidak mudah mengetahui secara pasti apakah sejumlah wanita mengalami disfungsi seksual. Seperti fenomena gunung es, yang tampak di permukaan sebenarnya hanyalah sebagian kecil. Masalah yang sebenarnya jauh lebih besar dari apa yang dilihat. Apalagi, di Indonesia, seks masih sering dianggap sebagai sesuatu yang tabu dibicarakan.

Dibanding pria, disfungsi seksual pada wanita jarang terungkap. Selain karena cenderung tertutup dengan hal-hal yang dianggap pribadi, secara seksual wanita adalah makhluk yang pasif. Artinya, kendati seorang istri mengalami disfungsi seksual, hubungan intim tetap bisa terjadi meskipun dirinya tidak merasakan kepuasan. Hal ini diperparah dengan adanya kepercayaan di masyarakat bahwa tugas istri adalah melayani dan memuaskan suami. Tak peduli dia menikmatinya atau tidak.

Ada empat jenis disfungsi seksual pada wanita, dan biasanya wanita mengalami lebih dari satu keluhan. Pertama, libido yang rendah atau frigid yang menyebabkan tidak adanya ketertarikan melakukan hubungan seks. Keadaan inilah yang paling banyak ditemukan pada wanita.

Kedua, gangguan gairah seksual. Walaupun memiliki keinginan terhadap seks, wanita tidak mampu mempertahankan gairahnya selama kegiatan seksual berlangsung. Ketiga, gangguan orgasme, yakni wanita kesulitan mencapai orgasme. Disfungsi seksual keempat adalah rasa sakit saat berhubungan seksual. Biasanya ini disebabkan oleh faktor fisiologi atau trauma lokal, seperti kurangnya cairan vagina, infeksi sekitar genital, dan alergi pada kulit. Rasa sakit ini bisa pula terjadi karena vaginismus, yaitu berkontraksinya otot-otot vagina yang tak dapat dikuasai, karena alam bawah sadar tak menginginkan penetrasi. Ini terjadi, misalnya, pada perkawinan yang tak dikehendaki.

Mengenai penyebab terjadinya disfungsi seksual, baik secara fisik maupun psikologis. Kurangnya pengetahuan, terutama mengenai anatomi dan mitos-mitos menyesatkan, merupakan salah satu faktor penyebab. Meskipun menikah itu atas dasar suka sama suka, karena ketidaktahuan, akan timbul kendala dalam berhubungan seks. Misalnya saja adanya perbedaan antara wanita dan pria dalam hubungan seksual. Pria umumnya lebih menyukai kontak fisik langsung, sementara wanita membutuhkan foreplay (pemanasan) lebih lama.

Kualitas hubungan seksual pada masa awal pernikahan secara psikologis juga berpengaruh pada hubungan-hubungan selanjutnya. Bila pada masa-masa awal dia tak pernah mengalami kepuasan, minat melakukan hubungan seksual biasanya kian berkurang. Yang ada hanya kerja sosial, sekadar melayani suami. Atau bisa saja, masalah muncul belakangan. Hal ini biasanya berkaitan erat dengan pasangan. Misalnya suami berselingkuh atau menikah lagi. Selain itu, rasa cemas, seperti takut ketahuan anak, takut hamil lagi, habis melahirkan, atau depresi, dapat menyebabkan disfungsi seksual.

Faktor lain yang juga sangat berpengaruh adalah trauma masa lalu, seperti pemerkosaan. Seorang anak yang mengalami tindakan pemerkosaan, pada saat dewasa kelak kemungkinan besar akan mengalami disfungsi seksual.

Selain faktor psikologis, faktor fisik turut berperan. Obat-obatan antidepresan dan antihipertensi, misalnya, bisa menyebabkan timbulnya disfungsi seksual. Rasa lelah, kelainan ginekologi, kekurangan hormon, penggunaan alkohol, atau baru melahirkan juga dapat menjadi pencetus timbulnya masalah ini. Bisa juga disfungsi seksual itu terjadi karena wanita itu telah memasuki masa menopause.

Penting untuk dipikirkan agar para kaum wanita tidak terlalu khawatir. Karena pada dasarnya sebagian besar disfungsi seksual ini masih bisa ditangani dengan baik. Keterbukaan dan kerelaan untuk melakukan pengobatan adalah pintu gerbang yang mesti Anda lewati pertama kali untuk mengobatinya.

Tuesday, November 4, 2008

Gemuk & Kurang Seks, Salahkan Pasangan Anda!


 
Gemuk & Kurang Seks, Salahkan Pasangan Anda!

Gairah seks anda menurun dan berat badan bertambah? Jangan langsung menghukum diri sendiri. Sebuah penelitian membuktikan, diam-diam kebiasaan buruk pasangan bisa merasuki anda. Efeknya buruknya, anda juga yang menanggung.

Tidak peduli seberapa sehat diri anda, jika anda tinggal bersama pasangan anda, kebiasaannya tanpa disadari akan banyak mempengaruhi bahkan bisa merugikan anda. "Setiap orang secara tidak sadar akan mengikuti kebiasaan pasangannya masing-masing," jelas Psikolog Deborah Belle seperti dilansir glamourmagazine.com, Kamis (28/12/2005).

Jika pasangan anda punya kebiasaan buruk, maka anda juga turut kecipratan efek jeleknya. Cara ampuh mencegah penularan efek buruk tadi adalah dengan mengenali kebiasaan buruk pasangan sebelum anda terkena pengaruhnya!

1. Bila si Dia Mengalami Stres , Anda Mudah Terserang Hipertensi
Studi di Universitas Nottingham melaporkan penelitiannya bahwa hidup bersama dengan pasangan yang sering stres berakibat naiknya tekanan darah. Selain itu, risiko terkena serangan jantung juga semakin meningkat.

Untuk pertanda awal stres, Belle merekomendasikan membantu pasangan supaya lebih rileks." Mandilah dengan air hangat atau berikan si Dia pijatan santai. Jika memungkinkan ajak si Dia berolahraga".

"Berolahraga akan memicu keluarnya hormon endorphin. Endorphin ini bermanfaat untuk melemaskan ataua menenangkan urat-urat dan syaraf yang kaku," tutur Nicola Swing seorang ahli kebugaran. Studi di Universitas Standford Amerika Serikat juga menjelaskan, berolahraga 30 menit setiap minggu akan megurangi gejala stres sampai 75%. Jadi, sempatkanlah berolahraga.

2. Si Dia Sulit Tidur, Anda Berpotensi Kelebihan Berat Badan
Riset di Universitas Chicago menemukan hubungan yang kuat antara sulit tidur dengan naiknya berat badan. Siapapun yang tidak cukup memiliki waktu untuk tidur akan mengalami penurunan kemampuan membakar gula dan terganggu metabolisme karbohidratnya.

Seorang ahli di Sleep Centre, Papworth Hospital, Dr John Shneerson, mengemukakan "Untuk memberikan sugesti tidur, anda dapat meminta pasangan makan buah pisang yang mengandung tryptophan. Zat ini akan memicu otak menimbulkan rasa kantuk".

3. Si Dia Kurang bergairah, Selera Seks Anda Menguap
"Bila pasangan anda tidak memiliki gairah, anda akan kehilangan selera seks," jelas Marsha Powell, seorang terapis seks. Jika anda berhubungan intim, tubuh akan mengeluarkan hormon oxtocyn. Bila jumlah hormon ini semakin meningkat maka anda akan mudah terangsang atau meningkatkan nafsu seks.

Untuk mengatasinya Powel menyarankan agar para pasangan selalu menjaga suasana romantis. Tak ada salahnya sekali-sekali pergi makan malam keluar atau nonton film berdua. Bangkitkan kenangan masa-masa pacaran sehingga aura romantis semakin terasa.

Diharapkan suasana romantis ini bisa membangkitkan keinginan untuk berhubungan seks. Tapi janga terburu-buru. Tips dari Powell mengatakan, ajak pasangan untuk melakukan foreplay selama 30 menit dan rasakan bedanya. Suasana romantis dan foreplay yang cukup panjang bisa membuat pasangan anda lebih santai dan percaya diri.

4. Pola Makan Pasangan Buruk, Kolesterol Tinggi Mengincar Anda
Apa yang dimakan pasangan anda secara tidak langsung akan mempengaruhi anda juga. Wanita yang pasangannya memiliki catatan kolesterol tinggi juga berisiko mengalami hal serupa karena makanan yang mereka makan umumnya sama.

Jangan manjakan pasangan dengan menu-menu yang tidak sehat. Cari menu-menu kreatif yang sehat dan mudah disajikan. Selain itu, pilih juga bahan-bahan segar untuk masakan anda.

Selain itu, cermati juga porsi yang anda makan. Pria membutuhkan 600 kalori lebih banyak dari wanita setiap harinya. Well, anda jangan sampai mengekor jumlah kalori tersebut. Bisa-bisa setiap bulan berat anda naik sampai 6 kilogram.

5. Dia Mulai Depresi, Anda Jadi Kurang Percaya Diri
Reaksi umum depresi adalah marah-marah yang berlebihan. Tentunya anda juga akan kena semprot jika pasangan anda depresi. Berbagai hal penting sampai yang nggak penting akan jadi sasaran tembaknya.

Menurut peneliti dari Boston University menemukan hal tersebut bisa membuat anda kurang percaya diri. Cercaan dan kemarahan pasangan secara tidak langsung membuat mental anda terpuruk dan mengurangi rasa percaya diri.

Salah satu cara untuk mengatasi depresi adalah dengan kebersamaan. Pria depresi merasa lebih tenang jika pasangan wanitanya berada di sisinya untuk menghibur. Tapi menurut peneliti di Boston University hal tersebut tidak berlaku sebaliknya.

Nah, cara yang bisa berlaku untuk keduabelahpihak adalah dengan mengatur pola makan. Gula darah yang rendah akan membuat mood anda menurun. Cara paling ampuh untuk membuat gula darah stabil adalah dengan makan dalam porsi sedikit namun sering.

"Saya memiliki pasien yang bisa meningkatkan mood dengan makan 6 porsi kecil sehari ketimbang 3 porsi besar sehari," ujar Lorraine Perretta, ahli gizi dari UK Brain Bio Centre. (Dian Lestariningsih/ fta)

Monday, November 3, 2008

Pria Perlu Tahu: Mengembalikan Sensitivitas Pasangan Usai Melahirkan


 
Pria Perlu Tahu: Mengembalikan Sensitivitas Pasangan Usai Melahirkan

Seusai melahirkan, gairah seks pasangan Anda menurun drastis. Hasrat untuk berhubungan intim yang sebelumnya selalu membara tiba-tiba redup setelah sang buah hati hadir. Kemungkinan besar penyebabnya adalah menurunnya sensitivitas pasangan Anda. Sentuhan yang dulu bisa membangkitkan gairah seks si dia, kini tak lagi berfungsi. Nah bagaimana caranya agar si dia tetap sensitif meski baru punya momongan dan Anda pun tidak menjadi kecewa?


Trauma Fisik dan Psikis

Menurut konsultan seks dan perkawinan, Dr. Ferryal Loetan, ASC & T, Sp.RM, Mkes-MMR, sehabis melahirkan, wanita mengalami perubahan yang sangat drastis di dalam tubuhnya. Mulai mengandung, melahirkan yang mungkin mengeluarkan bayi cukup besar lewat vagina, dapat memberikan trauma kepada wanita.

Trauma fisik bisa terjadi saat melahirkan. Seperti rasa sakit akibat pengguntingan bagian dalam vagina (episiotomi) yang dilakukan dokter untuk melancarkan jalan lahir dengan tujuan menghindari terjadinya perobekan yang berat. Luka ini membutuhkan waktu untuk penyembuhan.Belum lagi infeksi dan risiko lainnya yang sangat berpengaruh terhadap sensitivitas organ intim wanita.

Sedangkan trauma psikis (kejiwaan) terjadi pada wanita usai melahirkan yang belum siap dan memahami segala tetek bengek mengurus anak. Dari mulai merawat anak, merawat payudara yang sudah siap mengeluarkan susu, cara pemberian susu yang benar, dan lainnya. “Itu menjadi trauma sendiri meski rasa kebahagiaan hadir pada saat memiliki momongan,” ujar Ferryal.

Selain itu, rasa takut dan rasa sakit yang amat sangat bisa pula menyebabkan trauma psikis pada wanita usai melahirkan. Akibatnya, wanita tersebut tidak mau hamil kembali karena rasa sakit luar biasa. Trauma melahirkan baik trauma fisik maupun trauma psikis bisa berlanjut. Trauma-trauma ini dapat menyebabkan gangguan pada kehidupan seksual yang umumnya terjadi pada wanita.

Bila trauma tersebut dikelola dengan baik, kehidupan seks Anda bisa berjalan dengan baik seperti semula. Sebaliknya bila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan tragedi yang ujung-ujungnya gairah seks Anda menjadi padam.

Trauma Setelah Cesar

Ferryal menjelaskan, cesar adalah suatu operasi untuk membantu kelahiran seorang wanita dengan melakukan operasi di perut. Operasi membuka perut ini dilakukan dengan membuat luka di perut dan menjahitnya kembali. Dilihat dari sisi risiko, lahir cesar tentunya lebih berisiko ketimbang lahir normal. “Jadi jangan pernah berfikir bahwa lahir cesar lebih aman karena sebetulnya cara seperti ini selalu berisiko meski sekarang banyak wanita yang memilih jalan cesar untuk melahirkan,” ujarnya.

Sebetulnya, kata Ferryal, tujuan awal operasi cesar adalah untuk mengeluarkan bayi karena tidak bisa dilakukan melalui vagina karena panggul wanita tersebut kecil dan bayi terlalu besar. Bisa pula karena hal lain, seperti bayi terlilit tali pusar. “Kalau tidak ada hal-hal tertentu seperti, itu tidak perlu dioperasi,” katanya.


Aktivitas Seksual Sehabis Melahirkan

Untuk bisa melakukan hubungan seksual, Pasangan Anda harus melewati masa nifas terlebih dahulu, yaitu sekitar 40 hari usai melahirkan. Pada saat ini, kondisi pasangan Anda, termasuk kondisi rahim, sudah kembali pada keadaan seperti semula (normal). Tandanya, tidak keluar lagi darah atau cairan-cairan lain dari vaginanya. Pada saat ini, wanita dianggap sudah siap melakukan hubungan seksual.

Meski hubungan seks baru dapat dilakukan setelah masa nifas, aktivitas seksual secara umum sudah dapat dilakukan setelah melahirkan. Misalnya dengan berciuman, saling meraba, pelimpahan kasih sayang dan lainnya. Tujuannya untuk saling berbagi dan mengembalikan gairah bercinta. “Jadi aktivitas seksual itu seminggu setelah melahirkan sebenarnya sudah dilakukan. Tidak mesti langsung hubungan seks,” ujarnya.

Bila pasangan horny, kata Ferryal, ada teknik-teknik lain dapat dilakukan untuk memuaskan sang suami. Misalnya dengan masturbasi, manual, oral maupun menggunakan alat bantu seks.


Solusi

* Agar trauma fisik dan psikis tidak terjadi pada wanita usai melahirkan, wanita tersebut harus menghindari kedua trauma itu dengan cara si calon ibu harus mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum melahirkan untuk mengembalikan kondisi tubuhnya secara cepat. Ini dapat dilakukan melalui konsultasi dengan dokter dan pasangannya.

* Suami ikut membantu istri dalam merawat anak. Sang suami juga dapat membantu secara psikis agar wanita merasa dilindungi, diperhatikan dan lebih dicintai oleh pasangannya. Biasanya ini sangat membantu dalam pengembalian fungsi organ sensitip wanita.

* Aktivitas seksual secara umum sudah dapat dilakukan setelah melahirkan. Tujuannya untuk saling berbagi, mengembalikan gairah bercinta.

* Senam kegel dapat dilakukan untuk mengembalikan fungsi dari otot vagina dan melatih dasar-dasar panggul agar kembali normal dalam waktu yang singkat. Meskipun secara alami otot-otot vagina akan kembali berfungsi normal karena elastisitasnya cukup baik khususnya pada wanita yang baru melahirkan anak pertama.

* Perawatan tubuh dengan olahraga teratur termasuk perawatan otot-otot vagina harus dilakukan. Karena bila tidak dirawat dengan olahraga teratur maka otot-otot vagina akan kendor dan fungsinya menurun. “Jadi sebaiknya melakukan olahraga secara teratur,” ujar Ferrial.
Sumber: human health

Sunday, November 2, 2008

Mengatasi Kebosanan Seksual

 

 
Mengatasi Kebosanan Seksual

Banyak pria menikah yang tergoda untuk merasakan petualangan secara seksual. Penyebab yang tersering adalah kebosanan dalam hal seksual, emosional, atau bahkan keduanya. Memang sudah menjadi ciri manusia untuk secara alami tertarik dengan variasi dan perubahan.

Namun, apakah kebosanan tidak dapat dihindari?

Wajah yang gembira, sentuhan yang menggetarkan, dan kepribadian yang menarik akhirnya menjadi semata-mata demi kenyamanan. Lalu, seks menjadi rutin dan mekanis. Sebagian pria mungkin akan membiarkan diri tenggelam dalam kondisi seperti itu. Dan sebagian juga dapat menemukan cara-cara baru untuk saling menggembirakan.

Jika kita tetap menjadi orang yang sama seperti saat pertama kali bertemu pasangan kita, hubungan akan membosankan dan cepat kering. Tetapi jika kita terus berubah, saling mengejutkan satu sama lain dengan emosi, gagasan, dan kesan yang baru dan tidak terduga, maka kita tetap menyalakan api tersebut.

Mencegah kebosanan seksual justru harus ditemukan di luar tempat tidur.

1. Diskusikan perihal kebosanan Anda. Pentingnya komunikasi dua arah untuk menjamin kelangsungan hubungan Anda berdua. Namun ingat! penting bagi Anda untuk tidak menyalahkan dia dan justru mencari bersama penyebab hal ini.

2. Bersikaplah jujur. Mendapati diri dalam masalah kebosanan seksual merupakan sebuah terobosan bagi Anda. Untuk itu berikaplah jujur dan terbuka serta pergunakan waktu Anda untuk membahas permasalah ini sehingga segalanya menjadi sangat jelas.

3. Perubahan tampak luar akan membantu. Ubah rutinitas Anda berdua dengan pasangan. Cobalah tempat makan baru, tempat jalan-jalan atau olahraga yang baru dst. Jangan setiap Sabtu atau Minggu pergi ke mal. Perbaiki kualitas pandangan dan wawasan Anda serta pasangan.

4. Penampilan juga patut dirubah. Jika memang membantu, lakukan perubahan secara penampilan luar Anda. Pakaian baru, potongan atau warna rambut semuanya membuat kita merasa baru. Mulailah berolahraga dan tambahkan sesuatu yang baru pada rutinitas Anda di luar pekerjaan.

5. Jangan berhenti untuk bertumbuh. Pasangan yang terus menjaga kegembiraan dalam hubungan mereka tidak berhenti tumbuh dan berubah. Pelajari keterampilan baru. Ambillah suatu hobi. Biarkan pasangan Anda menemukan sesuatu yang baru dari diri Anda.

6. Terpenting! Tambahkan variasi dalam hubungan seksual Anda, tetapi ini bukan hal mutlak dan satu-satunya.
Sumber: CBN

Saturday, November 1, 2008

Menuju "O" Berkali-kali...

 

 
Menuju "O" Berkali-kali...

Oleh: DR. Ferryal Loetan, ASC&T, SPRM, MKES-MMR, Konsultan Seks, di Jakarta.

Kata orgasme amat sering disebut ketika bicara seputar seks. Namun, apakah kita sudah benar-benar memahaminya?

Perkembangan terapi dan pelatihan aktivitas seksual membuat orgasme tak hanya seperti ejakulasi pada kaum laki-laki. Seperti dialami kaum perempuan, orgasme pada laki-laki bisa berlangsung berkali-kali dalam sekali hubungan.

"Makasih, honey,” bisik mesra Dhanty pada suaminya, Kendy, yang berbaring di sisinya. Wajahnya berbinar, namun penuh tanda tanya. Sungguh ia tidak menyangka bisa mendapatkan sensasi luar biasa saat bercinta dengan suaminya malam itu. Dalam sekali berhubungan seksual, ia bisa mencapai orgasme sampai lima kali!

“Sayang, kok hebat sekali sih malam ini” kata Dhanty kemudian. Ditanya begitu, Kendy cuma tersenyum-senyum. Ia juga tampak begitu bahagia bisa memberikan kebahagiaan lebih bagi istrinya. Hal yang selama ini belum pernah dia lakukan.

Malam itu Kendy memang berubah menjadi suami yang berbeda di atas ranjang. Keterampilan olah asmaranya sanggup membuat istri tercintanya mencapai orgasme berkali-kali. Semula ia mencoba menahan diri untuk tidak membuka rahasia kepiawaiannya berolah cinta. Namun, ia tak tahan.

“Dhanty, buku ini lo rahasianya kenapa saya bisa membuat kamu berkali-kali ‘dapet’,” ujar Kendy akhirnya berterus terang sembari mengambil buku dan lad meja di samping tempat tidur. Buku yang baru dibelinya itu berisi antara lain tentang kiat membuat istri “melayang” di ranjang. Sembunyi-sembunyi ia membaca buku itu, sebelum akhirnya mencoba mempraktikkannya malam itu.

Rupanya, Dhanty menyimpan “dendam” ingin membalas prestasi suaminya di ranjang. Diam-diam dia baca juga buku itu ketika suaminya tidak sedang di rumah. Dan situ pula akhirnya ia tahu, ternyata lelaki pun bisa mengalami multiorgasme. Dengan penuh kesungguhan, ia pelajari metode bagaimana agar suaminya juga dapat merasakan orgasme bertubi-tubi seperti dirinya. Namun, rupanya metode itu harus dipelajari bersama dengan orang yang ahli.

Maka di akhir pekan berikutnya, didukung istrinya, Kendy mengunjungi seorang konsultan seks untuk mempelajari ilmu itu. Dua bulan berikutnya, pria bugar ini pun ikut “berguncang” saat berhubungan intim seperti yang dirasakan Dhanty.


Apa kunci keberhasilan mereka sehingga dapat membuat pasangannya “bergetar hebat”?

LEWAT LIMA FASE

* Ibarat mendaki gunung, suatu saat kita akan mencapai puncak sebelum akhirnya turun gunung. Begitu pula ketika melakukan aktivitas seksual, dalam hal ini hubungan seksual (intercourse). Ada titik puncak atau kulminasi yang kita kenal sebagai orgasme.

Ketika berhubungan seksual sampai tuntas, sebenarnya kita melewati lima fase yang biasa disebut respons seksual. Mulai dari fase perangsangan (excitement), fase mendatar (plateau), fase orgasme, fase refraktori, dan fase resolusi.

Pada fase perangsangan, stimulasi dapat terjadi pada aspek psikis maupun tisik. Fase ini dimulai sejak seseorang terangsang atau mulal dirangsang. Pada saat itu terjadi peningkatan ketegangan otot, denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan.

Fase mendatar berlangsung sejak akhir perangsangan hingga terjadinya orgasme. Bila tidak ada gangguan, baik psikis maupun fisik, biasanya seseorang akan mendapatkan orgasmenya setelah melewati fase mendatar ini.

Kemudian ketika masuk fase refraktori, diberi perangsangan sedahsyat apa pun, seseorang biasanya tidak akan merasa mendapat stimulasi secara seksual. Lamanya masa refraktori sangat bervariasi. Bisa beberapa menit sampai beberapa jam atau hari, tergantung banyak faktor, misalnya saja usia dan intensitas perangsangannya.

Lamanya fase ini juga berbeda pada pria dan wanita. Pada wanita umumnya bisa berlangsung sangat singkat, sehingga orgasme bisa terjadi sampai beberapa kali (multiple orgasm) dalam sekali bercinta dengan suami. Fase refraktori biasanya lalu diikuti fase resolusi di mana tubuh akan kembali pada keadaan semula dan mengalami relaksasi.

Katau disederhanakan dalam periodisasi, hubungan seksual terbagi menjadi tiga periode saja. Yakni periode perangsangan atau pemanasan (foreplay), hubungan seksual (sexual intercourse), dan periode afterplay (cooling down).

Ketiga periode itu seyogianya ada dalam setiap aktivitas seksual. Ini berlaku bagi setiap pasangan, baik pasangan baru maupun lama. Sebab, periode yang lengkap dibutuhkan demi hasil dan kualitas hubungan seksual yang baik. Kalaupun ingin melakukan hubungan seksual yang cepat (quick sex), ketiga periode itu tetap harus dilewati. Hanya saja, waktunya mungkin lebih pendek, tidak seperti ketika melakukan hubungan seksual biasa.

DIAKHIRI RELAKSASI

* Bentuk orgasme, pada pria maupun wanita, terbagi menjadi dua. Orgasme fisik dan orgasme psikis.

Orgasme fisik ditandai dengan beberapa kondisi seperti terjadinya kekejangan pada otot tubuh tertentu, adanya peningkatan tekanan darah, peningkatan denyut jantung. Kekejangan akan disertai dengan relaksasi dan otot-otot tubuh itu, terutama otot di sekitar alat kelamin. Khusus di sekitar alat kelamin terjadi perubahan yang khas. Kalau pada wanita biasa terjadi pembengkakan di daerah labia mayor dan minor, juga sekitar klitoris yang biasanya mengeras. Hal ini terjadi karena makin banyaknya darah yang mengumpul di sekitar daerah itu. Pada saat titik puncak, proses ketegangan akan semakin cepat, sehingga saluran vagina akan terasa seperti berdenyut-denyut. Kemudian, keadaan ini akan diikuti fase relaksasi, saat otot dan jaringan yang menegang itu kembali melemas dan mulai rileks.

Pada laki-laki, orgasme sering disertai dengan keluarnya air mani (ejakulasi). Dulu sering disebutkan, pria hanya akan terpuaskan kalau telah ejakulasi. Namun, orgasme pada masa kini bisa tidak disertai dengan ejakulasi dan baru terjadi pada saat orgasme yang terakhir. Bagaimana multiple orgasm ini dapat dirasakan, nanti kita bicarakan lebih khusus lagi.

MINIMAL TUJUH MENIT

* Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan orgasme untuk setiap individu tidak selalu sama. Namun, dan pelbagai penelitian disimpulkan, ada waktu minimal yang dapat dijadikan standar untuk menentukan kemampuan seseorang normal atau tidak.

Pada pria waktu minimal yang dibutuhkan untuk bertahan sejak penetrasi ke dalam vagina hingga terjadinya ejakulasi yakni tujuh menit. Bila waktu itu tidak dapat dipertahankan, berarti seorang pria dikatakan tidak normal. Keadaan ini disebut ejakulasi dini atau terlampau cepat (ejakulasi prematur).

Mengapa tujuh menit, arena waktu tujuh menit itu berhubungan dengan kemampuan wanita untuk mendapatkan orgasme. Dari penelitian yang sama disebutkan, dalam tujuh menit sejak penetrasi, seorang wanita dapat mengalami orgasme. Jadi, seorang pria harus bisa mempertahankan ereksi minimal tujuh menit sebelum ejakulasi. Namun, itu bukan angka mutlak. Pria yang punya banyak pengalaman dan dapat mengontrol emosinya, apalagi pria yang memiliki stamina yang baik serta otot dasar panggul yang terlatih, akan sanggup mempertahankan ereksinya lebih lama. Bahkan ada pria yang mampu bertahan lebih dari satu jam melakukan coitus (hubungan seksual secara langsung).

Sebaliknya, wanita tidak mudah mencapai titik puncak itu. Mereka butuh perangsangan yang cukup sebelum memulai hubungan seksual yang sebenarnya. ltulah sebabnya, setiap kali diperlukan foreplay, yang memang ditujukan bagi kepentingan pihak wanita. Ibarat mobil, wanita itu mesin diesel yang memerlukan pemanasan lebih lama untuk dapat siap “bekerja”.

Wanita yang telah mengalami orgasme pertamanya akan dengan mudah mendapatkan orgasme berikutnya, bahkan dalam jumlah banyak. Pernah ditemukan seorang wanita yang mengalami 40 kali orgasme dalam satu kali hubungan. Bahkan di Irlandia pada 1990-an pernah ditemukan seorang wanita yang mendapatkan multiple orgasm hingga hampir 75 kali dalam satu waktu!

Berbeda dengan pria. Bila telah mengalami orgasme disertai ejakulasi, ia perlu waktu untuk beristirahat agar bisa ereksi kembali dan memulai hubungan seksual lagi. Lamanya waktu istirahat sangat bervariasi, tergantung pada kondisi tubuh dan tentu saja usianya. Pria muda hanya butuh waktu beberapa menit, sedangkan pria yang sudah berumur perlu beberapa jam - bahkan kadang beberapa hari.

Namun, dengan adanya penemuan-penemuan baru, termasuk latihan khusus bagi pria, saat ini dimungkinkan seorang pria mengalami orgasme lebih dari satu kali. Orgasme yang terjadi adalah orgasme yang tidak disertai ejakulasi, karena cairan sperma baru keluar pada orgasme yang terakhir. Tentu, hal ini tidak mudah dilakukan.

KUNCINYA, ZONA SENSITIF

* Dibandingkan dengan wanita, terjadinya orgasme pada pria lebih sederhana. Sebab, siklus yang terjadi begitu sederhananya.

Dimulai dari rangsangan atau perangsangan pada alat kelamin, lalu rangsangan ini dikirim ke otak, kemudian otak memerintahkan bagian-bagian bersangkutan untuk mengeluarkan air mani, dan terjadilah ejakulasi.

Pada wanita keadaannya lebih rumit walaupun sebenarnya wanita lebih mudah mencapai orgasme.

Ada tiga titik yang dapat menyebabkan seorang wanita mendapatkan orgasme. Pertama, perangsangan di daerah sensitif tubuhnya yang letaknya bukan di alat kelamin. Tempat-tempat ini sering disebut zona sensitif, misalnya daerah sekitar bibir dan dalam mulut, daerah leher, sekitar payudara terutama pada putingnya, serta sekitar panggul dan pinggul.

Ada juga peneliti yang menambahkan bahwa ada daerah khusus di dalam anus wanita yang bila dirangsang juga dapat menghasilkan orgasme. Itu sebabnya, anal seks sekarang juga berkembang sebagai variasi dalam pasangan heteroseksual. Walau banyak dikatakan, orgasme yang terjadi dengan perangsangan di sekitar daerah ini kurang begitu maksimal, hal ini tetap perlu diketahui.

Titik berikutnya tentu saja klitoris. Daerah sensitif di sekitar alat ini bila mendapat rangsangan dapat dihasilkan orgasme yang sangat baik. Orgasme ini disebut orgasme klitoral. Orgasme ini sering dicapai oleh para remaja putri yang belum punya pasangan tetap dengan cara melakukan masturbasi (merangsang diri sendiri).

Titik terakhir yang dapat menghasilkan orgasme pada wanita adalah daerah disebut G-Spot. Letaknya di sepertiga dalam vagina, di bagian anterior dari dinding vagina. Daerah ini merupakan kumpulan saraf sensoris yang sensitif terhadap rangsangan seksual. Perangsangan yang dilakukan pada G-Spot akan menghasilkan orgasme yang maksimal bagi wanita.

Memang, tidak hanya penis yang dapat merangsang kawasan ini tapi juga bagian lain dari tubuh pasangan, misalnya jari tangan atau lidah. Bahkan ada pasangan yang melakukan khusus untuk merangsang daerah ini dengan alat bantu seks (sextoy) seperti dildo atau vibrator. Namun, tingkat perangsangan yang terjadi tentu tidak sama pada setiap wanita.

Pria yang berpengalaman tentu paham betul cara menghasilkan orgasme yang maksimal bagi wanita pasangannya . Bila setiap titik itu bisa menghasilkan puncak kenikmatan (orgasme) yang hebat, bayangkan seandainya ketiganya digabung. Tiga puncak kenikmatan bengabung menjadi satu! Itulah rahasia Kendi hingga membuat Dhanty istrinya mencapai multiorgasme.

Ihwal orgasme ini, muncul istilah bahwa orgasme yang terjadi pada wanita adalah keadaan mati sesaat - ia tidak sadar akan kejadian di sekelilingnya. Jangankan keadaan sekeliling; ibarat ada bom meledak di dekatnya pun, mungkin ia tidak akan menyadarinya. Fantastis, memang.

Bagaimana dengan kaum Adam?

Ada anggapan, pria akan sulit mengalami orgasme beberapa kali dalam satu hubungan seksual. Namun, kenyataannya saat ini teknik untuk mencapai itu bisa dilakukan dan telah banyak dipraktikkan.

Berbeda dengan wanita, orgasrne pada pria lebih sering atau hampir selalu disertai dengan ejakulasi. Dalam teknik melakukan multiple orgasm pada pria, orgasme yang terjadi tanpa disertai ejakulasi. Baru pada orgasme terakhir yang disertai keluarnya air mani.

Teknik ini bisa dipelajari dengan cara melatih otot dasar panggul. Tidak mudah Untuk memahami dan mengerti teknik latihan ini Namun, kalau sudah tahu, akan mudah sekali untuk melaksanakannya. Bila teknik ini sudah dikuasai, seorang pria bisa mengharapkan mengalami orgasme berkali-kali. Bahkan bisa sampai lebih dari 10 kali, dan baru pada orgasme terakhir disertai keluarnya air mani. *
Sumber: Senior