Saturday, November 15, 2008

Lokasi Bercinta Paling Menggairahkan

 
Lokasi Bercinta Paling Menggairahkan
 
Foto: Corbis
JENUH bercinta hanya di kamar saja? Cobalah Anda mencari alternatif lokasi bercinta yang bisa menyulut gairah seksual menjadi menggairahkan. Kali ini Cosmopolitan merekomendasikan tiga lokasi bercinta paling seru bagi Anda dan pasangan.

Di depan lemari es
Udara AC kamar yang dingin ternyata masih belum cukup memacu hasrat seksual Anda dan pasangan. Anda pun jangan hanya tinggal diam dan membiarkan pasangan cemberut di ranjang.
 
Kini, Anda bisa mencari alternatif lokasi bercinta seperti di depan lemari es. Caranya, Anda cukup membuka pintu lemari es dan bersama pasangan duduk di atas lantai mengawali ajang bercinta. Saat itulah Anda bisa merasakan udara dingin dan kehangatan dari tubuh pasangan.
 
Di atas bangku
Bangku merupakan tempat 'latihan' paling ideal bagi pasangan yang baru saja menikah. Anda dan pasangan tinggal mempraktikkan gaya dan variasi bercinta paling favorit.
 
Di jalan sempit
Walaupun ukurannya tidak terlalu lebar, tetapi Anda tidak ada salahnya memilih jalan sempit sebagai lokasi bercinta. Anda pun bisa memilih gaya bercinta dengan posisi berdiri. Aksi spontan ini mungkin saja menuai hasil positif. Anda pun jangan terkejut bila pasangan ternyata ingin kembali mengulangi acara bercinta di jalan sempit.
 
 

Friday, November 14, 2008

Resolusi Seks 2008, Penting!


 
Resolusi Seks 200 8 , Penting!

Bagaimana kehidupan seks Anda tahun ini? Kalau jawabannya biasa-biasa saja atau malah membosankan, rasanya Anda harus membuat resolusi seks akhir tahun ini. Dijamin, tahun depan kehidupan seks Anda tak biasa lagi!

Resolusi tahun baru tak harus melulu, 'Saya ingin diet' atau 'Saya harus berhenti merokok'. Sekarang saatnya membuat resolusi yang berbeda dan bisa membuat hidup lebih bahagia.

Yang perlu diingat, resolusi bukan hanya dibuat untuk diterapkan di awal tahun saja. Istilahnya jangan hangat-hangat tahi ayam. Sepanjang tahun 200 8  mendatang, Anda harus ingat dan wujudkan resolusi yang Anda canangkan tersebut.

Dilansir Askmen, berikut contoh enam resolusi seks yang bisa Anda buat bersama pasangan:

Jangan Egois
Mulailah tahun baru dengan tidak memikirkan diri sendiri. Sesekali manjakan pasangan Anda. Ajak si dia makan malam dan beri hadiah. Jika kondisi keuangan sedang tak memungkinkan, Anda bisa membuatnya di rumah.

Taruh lilin di sekeliling kamar. Pasang musik agar suasana bertambah romantis. Hidangkan masakan buatan sendiri yang mudah dan cepat saji, spaghetti misalnya. Jangan lupa sediakan segelas anggur atau sari buah jika Anda ingin minuman non alkohol. Terakhir, jadikan tubuh Anda atau si dia sebagai hidangan penutup.

Contoh di atas hanyalah satu dari sekian banyak hal lainnya yang bisa Anda lakukan untuk memuaskan pasangan tanpa memikirkan kepuasaan Anda sendiri. Ketika bercinta jangan terburu-buru. Anggap saja percintaan tersebut sebagai percintaan terakhir Anda dengan si dia.

Alat bantu seks, kenapa tidak?
Alat bantu seks seringkali dianggap hal tabu bagi beberapa pasangan. Dalam benak mereka, jika menggunakan alat terebut berarti salah satu dari mereka tidak bisa memuaskan pasangannya.

Mulai tahun depan, singkirkan pemikiran itu. Menurut survei, alat bantu seks terbukti membuat hubungan intim makin menggairahkan. Beberapa alat bantu yang bisa digunakan adalah vibrator, bantal seks dan pakaian-pakaian seksi. Terjemahkan fantasi seks Anda bersama pasangan dengan alat-alat tersebut.

Coba Oral Seks
Untuk Anda yang pria, jangan melulu Anda terus yang diberi oral seks oleh pasangan. Sekedar informasi, sebuah survei yang dibuat majalah wanita baru-baru ini menyebutkan, wanita juga ingin mendapatkan oral seks. Hanya saja mereka malu untuk mengungkapkannya.

Wujudkan Fantasi Seks
Fantasi seks. Tentu Anda dan pasangan memilikinya. Jika tahun 2005 lalu Anda enggan mengungkapkannya karena takut ditolak si dia, mulai tahun depan jangan ragu untuk mewujudkan fantasi tersebut.

Diskusikan fantasi seks yang Anda berdua punya. Lihat reaksi pasangan ketika Anda menceritakan soal fantasi Anda itu. Jika si dia keberatan, coba rundingkan lagi bagaimana caranya agar Anda dan pasangan sama-sama puas.

Lakukan Dengan Hati
Jika selama ini aktivitas bercinta hanya dianggap sebagai rutinitas, tahun depan Anda harus mengubahnya. Libatkan emosi atau lakukanlah percintaan dengan hati.

Sebelum menyentuh pasangan, mainkan imajinasi Anda. Ketika percintaan mulai berlangsung, Anda akan merasakan dahsyatnya getaran yang terjadi.

Coba Tempat-tempat Baru
Apakah selama ini kamar menjadi satu-satunya tempat bercinta? Hmmm, mulai 1 Januari mendatang, cobalah tempat-tempat baru. Misalnya bercinta di kamar mandi, dapur, lift atau parkiran mobil. Jika selama ini tempat tersebut cuma ada di imajinasi Anda, wujudkanlah tahun depan! (Eny Kartikawati/ eny)

Wednesday, November 12, 2008

Sang Juara Sejati

 

Paulus Subiyanto, Pendiri Lembaga Pemberdayaan Relasi Suami-Istri "New Life Institute" di Bali Apakah kau pernah mengikuti seleksi yang sangat ketat? Misalnya,

seleksi untuk masuk ke sekolah favorit, ikut lomba atau kejuaraan tertentu, rekruitmen kerja, dan lainnya. Berapa perbandingan antara jumlah peserta dan peluang diterima?

 

Atau, menurutmu seleksi apa yang paling ketat? Akademi Fantasi Indosiar? Putri Indonesia? Bahkan Miss Universe atau Olimpiade? Ambil contoh AFI, audisi tahap pertama saja diikuti 2.000 pendaftar, dan yang terseleksi 20 orang, artinya perbandingannya 100:1. Kemudian dari 100 peserta disaring lagi tinggal 3 orang, artinya

perbandingan 33:1, selanjutnya setiap konser gugur satu peserta.

 

Bagaimana dengan Miss Universe, anggaplah dalam pemilihan tahap provinsi kira-kira dari 500 peserta dipilih 1, kemudian untuk tingkat nasional kira-kira 25:1, tingkat dunia jika semua negara mengirim 1 berarti anggaplah 150:1. Kau mungkin berdecak kagum dengan proses seleksi yang sangat ketat seperti itu, dan pantas

untuk mengagumi Sang Juara.

 

Sekarang coba perhatikan: dalam setiap kopulasi atau persetubuhan antara laki-laki dan perempuan, si laki-laki akan mengalami ejakulasi dengan menyemprotkan kurang lebih satu sendok makan sperma ke dalam vagina perempuan. Dalam sperma tersebut terkandung puluhan, bahkan ratusan juta spermatozoid (benih) baik yang berjenis “x” maupun “y”. Dari jutaan benih tersebut mereka bersaing ketat untuk bisa mencapai sel telur yang ada di dalam rahim perempuan, bayangkan seperti lomba lari maraton yang diikuti seluruh penduduk Indonesia!

 

Yang sering terjadi, tak satu pun bisa keluar sebagai juara, artinya dalam persetubuhan tersebut tidak terjadi pembuahan alias tak terjadi kehamilan. Ratusan juta peserta semuanya gagal mencapai garis finish! Nah, jika sampai terjadi pembuahan, itu artinya hanya ada SATU yang keluar sebagai juara, artinya terjadi seleksi ratusan juta dibanding satu! Maha Giga Seleksi yang dahsyat, bukan? Proses seleksi tidak berhenti di situ, sel benih yang bersatu dengan sel telur masih sangat rawan dan rentan terhadap segala gangguan eksternal: makanan yang dikonsumsi ibu, obat-obatan, kondisi kejiwaan, kesehatan dan keletihan badan ibu sangat menentukan apakah proses bisa berlanjut atau tereliminasi di tengah jalan alias ‘keguguran’. Kalau bintang AFI menjalani masa karantina selama 3 bulan, calon Juara Sejati membutuhkan waktu sekitar 9 bulan lebih!

 

Proses seleksi belum berakhir: Pernahkah kau pindah rumah? Pindah sekolah? Pindah keria? Butuh waktu dan energi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Sekarang bayangkan, kehidupan dalam rahim ibu itu seperti di Firdaus, aman terlindung, segala kebutuhan terpenuhi. Nah, tiba-tiba kau harus pindah ke tempat yang penuh kuman, polusi, panas matahari, hiruk pikuk, bahkan kejahatan selalu mengancam setiap saat, yakni kehidupan di muka bumi ini. Wow, ibarat kau harus pindah dari satu planet ke planet lain! Tak heran jika angka kematian bayi tetap tinggi. Seleksi terus berlanjut, kau harus menyesuaikan diri dengan tempat baru, bertahan dari serangan penyakit, tubuh mengalami pertumbuhan sebagai makhluk hidup (proses hominisasi), namun juga terjadi proses perkembangan mental, emosional, dan spiritual (humanisasi), sebagai makhluk yang berbeda dari yang lain kau disebut homo sapiens (makhluk bijak) sehingga potensi-potensi kemanusiaanmu pun terus berkembang.

Ketika usiamu memasuki belasan tahun, kau mengalami perubahan-perubahan secara fisik maupun psikis. Seksualitasmu mulai muncul dan mewarnai kehidupanmu, daya seksual itu semakin kuat dan kadang kala mencengkeram dan mendorong perilakumu begitu dahsyat. Di dalam dirimu sedang terjadi proses reaksi kimia yang luar biasa sehubungan dengan seksualitas. Jika kau seorang remaja, kau sudah lolos dari seleksi yang mahaketat, namun kini kau masih harus melewati ujian yang tak kalah dahsyatnya, yakni berenang di tengah samudra seksualitasmu untuk menuju pulau kebahagiaan yang didambakan setiap manusia.

 

Pertanyaannya: setelah kau lolos sebagai Sang Juara Sejati dengan mengalahkan jutaan pesaing dan melewati tahap-tahap yang sangat kritis, apakah kau akan menjadi pecundang di masa muda ini dengan menyerah kalah pada dorongan seksualmu? Dorongan seksual memang kuat luar biasa, namun ingat bahwa kau adalah Sang Juara Sejati yang sudah teruji! Pertahankan medali kejuaraan itu sebagai makhluk bijak nan cerdas sehingga kau akan keluar sebagai pemenang dalam hidup ini.

 

Smart Sex akan mengajakmu membangun kekuatan yang bersumber dari dirimu sendiri untuk menjadi pemain yang jempolan dalam permainan dan pergolakan seksual dalam dirimu. Seks memang bukan untuk main-main, karenanya kau mesti cerdas dalam menghadapinya agar tetap dapat memegang kendali dalam setiap permainan yang melibatkan seksualitasmu. Akal budi adalah peranti untuk menundukkan gejolak nafsu dan dorongan emosi yang kekuatannya tidak bisa dianggap enteng. Seperti seorang penunggang kuda yang cerdas, kau harus bisa mengendalikannya untuk membawamu kemana arah yang hendak dituju.

 

Kaulah yang menentukan arah, bukan kuda yang kau tunggangi. Lebih jauh lagi, seleksi yang terjadi dalam penciptaan manusia sebagaimana diuraikan di atas benar-benar melampaui akal sehat (1 :200.000.000), mustahil itu hanya peristiwa alam atau kebetulan belaka, ada hands behind yang ikut campur. Dengan kata lain, kau

lahir di dunia ini bukan kebetulan atau sembarangan, kau pantas dan dipilih serta dihendaki oleh Sang Kehidupan untuk hidup di planet bumi ini. Pernahkah kau sadari kenyataan itu? Sekarang saatnya kau sadari dan merasakan betapa dirimu berharga. Seleksi ketat dalam rangka memilih Sang Juara menggunakan sarana dan cara yang melibatkan seksualitas, dengan demikian kau pun mesti menghargai dan menghormati seksualitasmu, menghadapinya dengan cerdas sehingga membawa dirimu ke tujuan hidup yang sesungguhnya, yakni bertumbuh menjadi manusia dewasa yang bertanggungjawab.

 

Latihan:

Duduklah dengan tenang...

Rasakan seluruh tubuh...

Sadari seksualitasmu sebagai laki-laki atau perempuan...

Apakah kau bangga sebagai laki-laki atau perempuan?

Sadarilah bahwa kau diciptakan dan dipilih sebagai laki-laki atau perempuan...

Syukuri apa pun keadaan seksualitasmu saat ini

Itulah yang terbaik untukmu

(Smart Sex)

Tuesday, November 11, 2008

Gen Dapat Pengaruhi Ereksi Anda

 

 
Gen Dapat Pengaruhi Ereksi Anda

Ketidakmampuan dalam melaksanakan fungsi organ reproduksi pria, dalam hal ini ereksi dapat juga disebabkan adanya gangguan dari faktor genetik. Hal ini terbukti dari penelitian yang dilakukan Andi Wardihan Sinrang, spesialis Andrologi dari Universitas Hasanuddin, yang ditulisnya dalam laporan penelitian tesisnya.

Selain hipertensi, secara medis, faktor genetik sangat dekat hubungannya dengan disfunsi ereksi atau yang kerap disebut DE. DE sendiri secara medis merupakan ketidakmampuan secara konsisten mencapai dan mempertahankan ereksi untuk melakukan hubungan seksual. Umumnya hal itu disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah ke penis. Kondisi ini seperti biasanya ditimbulkan oleh kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan pengerasan arteri. Selain itu, gangguan hubungan antara sistem saraf dengan penis bisa menjadi penyebabnya, seperti cedera tulang belakang, pembengkokan tulang belakang, stroke, atau operasi prostat.

Para ahli sepakat bahwa 80 persen kasus DE disebabkan oleh kondisi fisiologis, termasuk penyakit jantung dan diabetes. Selebihnya, disebabkan faktor psikologis. Namun, gabungan kedua faktor itu membawa pengaruh pada kondisi tertentu.

Terungkap, secara alami peluang faktor fisiologis terbuka lebar pada pria berusia 50 tahun ke atas. Artinya, seiring pertambahan usia harapan hidup, prevalensi DE ikut naik. Berdasarkan sebuah jurnal terbitan asosiasi urolog internasional, saat ini penderita DE mencapai 152 juta. Dari jumlah itu, 87 juta berdiam di kawasan Asia. Diperkirakan, tahun 2025 jumlah pasien di Asia naik menjadi sekitar 200 juta.

Jurnal itu mencontohkan, dari 200 juta penduduk Indonesia saat ini yang hidup sampai di atas usia 60 tahun, telah mencapai 10-20 persen. Artinya, jumlah pria yang bertahan hidup sampai usia 70 tahun makin besar, dan secara alami berpotensi mengalami DE.

Karena itu, untuk menghindari resiko DE terapkan pola hidup sehat dengan cara makan-minum secara proporsional, berolahraga secara teratur, menghindari rokok dan alkohol, serta memeriksakan kesehatan ke dokter secara berkala.
Sumber: CBN

Friday, November 7, 2008

Impoten? Tak Perlu Terlalu Kuatir...


 
Impoten? Tak Perlu Terlalu Kuatir...

Untuk memperbaiki kondisi impotensi yang Anda alami, perlu suatu tekad membaja. Dengan beberapa latihan, kondisi seksual Anda akan dapat kembali normal. Salah satu latihan yang dapat Anda lakukan adalah; Latihan otot panggul bawah atau pelvis.

Latihan ini bermanfaat mengatasi kesulitan ereksi. Ini adalah hasil penelitian yang dilakukan di Inggris beberapa waktu lalu. Menurut dr Grace Dorey dari RS Somerset Nuffield di Taunton, UK. mengatakan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan adanya kemungkinan latihan otot-otot panggul bawah bisa digunakan sebagai salah satu pendekatan untuk mengatasi disfungsi ereksi.

Adapun bentuk latihannya, dititikberatkan pada peregangan otot-otot yang ada di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan pada 55 orang pria dengan gangguan ereksi yang dipilih secara random. Ke 55 pria tersebut diminta berhenti merokok, dengan melakukan latihan otot panggul bawah dan yang tidak melakukan pendekatan apapun.

Latihan tersebut, ditujukan meningkatkan kemampuan penis untuk berkontraksi dan mengangkat skrotum (kantung zakar) menggunakan otot dasar panggul. Tidak sembarangan, saat melakukan latihan ini, mereka dipandu seorang fisioterapis.

Caranya, dengan melatih otot dasar panggul, dengan gerakan seperti menahan buang air besar. Setelah tiga bulan dilatih, para pria ini disarankan melanjutkan latihan di rumah, setidaknya selama tiga bulan berikutnya.

Hasilnya, kelompok yang tidak melakukan latihan otot panggul, tidak menunjukkan adanya respon terhadap intervensi. Sedangkan kelompok pria yang melakukan latihan, menunjukkan peningkatan fungsi ereksi dalam tiga bulan berikutnya. Enam bulan kemudian, hasil evaluasi menunjukkan, 40 persen pria tersebut mengalami fungsi ereksi yang normal. 35,5 persen lainnya mengalami perbaikan fungsi dan 24,5 persennya tak menunjukkan adanya kemajuan.

Demi kemajuan Anda, mengapa tidak melakukan latihan ini sendiri.
Sumber: CBN