Friday, January 22, 2010

Bila Istri Suka BBM Porno

Mendapati istrinya bertukar informasi perihal pornografi dengan teman-temannya di BBM, ia sangat terkejut karena sehari-hari sang istri tidak begitu. la sampai khawatir bahwa istrinya selingkuh atau mengalami kelainan seks. Apa yang sesungguhnya terjadi?

"Saya ingin bertanya tentang istri saya. Dia senang sekali ber-BBM-an
(Black Berry Messenger) dengan teman-temannya. Di luar dugaan, isi BBM-nya banyak tentang cerita atau kata-kata porno, bahkan ada beberapa gambar seperti orang sanggama.

Saya kaget karena setahu saya, istri bukan tipe orang seperti itu. Bahkan, kalau saya cerita atau menunjukkan gambar porno, dia seperti tidak tertarik. Waktu saya tanya soal itu, istri bilang cuma iseng saja. Terus terang, saya takut istri selingkuh gara-gara kebablasan BBM seperti itu.

Apakah dengan BBM-an porno seperti itu istri bisa terangsang? Mungkinkah dia mengalami kelainan seks, sehingga merasa puas dengan melihat gambar porno, sedangkan sehari-hari di rumah tidak begitu?

Selama ini hubungan intim kami tidak ada masalah. Paling sedikit seminggu sekali kami lakukan, dan saya yakin istri juga puas. Umur istri 45, saya 49 tahun. Apakah ada akibat tidak baik bagi istri, ataukah saya biarkan saja?"

NL, Surakarta

Kesimpulan berlebihan

Saya dapat mengerti kalau Anda terkejut mengetahui istri Anda suka bercerita porno dan melihat, mungkin juga bertukar gambar porno. Masalahnya, sepengetahuan Anda, istri Anda tidak suka melakukan itu.

Anda katakan istri Anda "bukan tipe orang seperi itu". Artinya, dalam kehidupan sehari-hari dengan Anda, dia tidak suka bercerita porno, apalagi melihat gambar porno. Pertanyaan yang justru muncul di benak saya, mengapa dengan Anda dia tidak suka bercerita apalagi melihat gambar porno, sedangkan dengan orang lain di BBM suka?

Mungkin karena dia malu kalau harus langsung bicara atau nonton gambar porno bersama Anda. Melalui BBM dia tidak langsung melihat lawan bicaranya. Jadi tidak perlu merasa malu atau canggung.

Tentu dugaan saya ini salah, kalau ternyata dengan orang lain dia tidak canggung atau malu bercerita porno atau melihat gambar porno. Namun, ketakutan Anda bahwa istri akan selingkuh gara-gara ber-BBM-an soal cerita dan gambar porno tampaknya berlebihan.

Saya pikir sangat berbeda antara bercerita porno dan bertukar gambar porno di dunia maya lewat BBM dengan melakukan perbuatan selingkuh dalam dunia nyata. Meski demikian, saya juga tidak menafikan bahwa dari dunia maya kemudian dapat menjadi perbuatan dalam dunia nyata. Banyak contoh pertemuan yang diawali dengan pertemanan di dunia maya.

Banyak orang yang memanfaatkan teknologi internet, termasuk BBM, sebagai media untuk mengekspresikan diri kepada orang lain yang sangat bersifat pribadi sehingga bebas melakukannya.

Apakah kalau istri Anda dibiarkan dengan kesenangannya itu dapat menimbulkan akibat buruk, saya tidak dapat memastikan. Mungkin saja tidak akan menimbulkan akibat apa pun, kalau apa yang dia lakukan itu tidak menimbulkan pengaruh apa pun bagi dirinya.

Seperti pengakuan dia, "cuma iseng saja". Sebaliknya, dapat saja terjadi kalau dari keisengan itu dia menjadi tertarik untuk bertemu dengan teman BBM-nya. Yang terbaik adalah tidak ada perbedaan antara apa yang dia lakukan lewat BBM dengan kehidupan sehari-hari dengan Anda.

Kalau Anda dapat mengetahui mengapa istri sangat berbeda dalam hal bicara porno antara di rumah dengan di BBM, perbedaan ini dapat ditiadakan, dan Anda tidak akan terkejut lagi.

Konsultasi rubrik seks dengan Prof Dr dr Wimpie Pangkahalia, SpAnd

http://cyberman.cbn.net.id/cbprtl/images/elements/_spacer.gif

 

Sumber: Senior

 

Thursday, January 21, 2010

Titik Kelemahan Seks Wanita

Pria punya gairah seks lebih tinggi dibanding wanita. Sementara wanita masih berusaha memanaskan “mesin”, pria justru telah sangat siap untuk “tancap gas”. Ternyata, sebabnya adalah seks wanita punya titik kelemahan.

Betapa kerasnya kita berjuang untuk menyamakan gender, alam telah menciptakan pria dan wanita dengan jalan berbeda. Dilansir dari Genius Beauty, Selasa (19/1/2010), pakar medis Inggris telah memberikan penjelasan spesifik mengapa kita selalu mengatakan seks wanita lemah dibandingkan pria. Ihwalnya adalah wanita tiga kali kemungkinan lebih besar menderita rematik (rheumatism) dan radang sendi (arthritis) daripada pria.

Mengapa gangguan kesehatan tersebut menganggu gairah seks wanita? Sebab, rematik dan radang sendi memengaruhi kekuatan dan kelincahan wanita saat bercinta.



Gangguan kesehatan


Kajian melibatkan 100 ribu sukarelawan. Dalam perjalanan pengujian, para peneliti memperbandingkan tingkat kecenderungan penyakit pada pria dan wanita. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa wanita lebih rendah kedudukannya daripada pria dalam berbagai kriteria, terutama kekuatan.

Pria punya tulang yang lebih kuat dan lebih besar. Tidak hanya punya kemungkinan lebih kecil mengalami patah tulang, tapi mereka pun tidak merasakan masalah yang dialami wanita, seperti menopause.

Wanita tentu tahu bahwa menjelang dan saat menopause, terjadi perubahan hormon juga fisiknya, salah satunya jumlah kalsium dalam tubuh mulai menurun. Itu karenanya, wanita lebih mudah menderita rematik dan radang sendi.

Kemudian, berhubungan dengan masalah imunitas, wanita kemungkinan lebih besar memiliki sejumlah penyakit terkait sistem imun tubuh, seperti hypothyroidism.

Massa otot

Parahnya, akibat gangguan rematik dan radang sendi sangat sulit bagi wanita untuk menambah massa ototnya. Jumlah massa otot sendiri akan sangat tergantung pada hormon. Dibandingkan wanita, pria punya lebih banyak hormon testosteron yang berfungsi besar untuk membentuk massa ototnya. Tak heran jika pria punya kemungkinan lebih kecil mengalami gangguan tulang.

Kesehatan mental

Sementara untuk kesehatan mental, hasil yang didapat justru sebaliknya. Kemungkinannya, pria cenderung dua kali lebih besar mengalami skizofrenia (penyakit jiwa yg ditandai oleh ketidakacuhan, halusinasi, waham untuk menghukum, dan merasa berkuasa, tetapi daya pikir tidak berkurang/KBBI) dan autisme daripada wanita. Meski begitu, wanita ternyata punya risiko lebih besar mengalami depresi usai melahirkan dan menopause yang kerap memengaruhi kesehatan mentalnya.

Titik kelemahan pria

Para peneliti mengklaim bahwa titik kelemahan pria adalah jantung. Tidak seperti wanita, pria tidak memiliki jumlah estrogen cukup untuk melindungi jantungnya. Itu mengapa jumlah kasus serangan jantung banyak terjadi pada pria.

Ini Dia Alasan Laki-Laki Menyewa Pelacur

Banyak diduga bahwa laki-laki akan menyewa pelacur jika mereka tidak memiliki pasangan berhubungan seks. Tapi sebuah riset di London, yang melibatkan 103 pria hidung belang, menunjukkan hal berbeda.

Menurut riset yang digelar Prostitution Research & Education di London dan selesai bulan silam, sebagian besar pengguna pelacur, sampai 54 persen, memiliki partner berhubungan badan tetap. Mereka mungkin istri dan mungkin juga pacar. Tapi mereka tetap menyewa pelacur.

Sedang alasan yang disebutkan mengapa mereka menggunakan pelacur, yang terbanyak, 32 persen, karena desakan kebutuhan seks.

Persentase di bawah lagi, 21 persen dan 20 persen, karena ingin mencoba pelacur dari etnis lain dan karena tidak puas--baik emosional maupun seksual-- dengan pasangan di rumah.

Sedang 15 persen lagi menggunakan pelacur karena alasan praktis: tidak ada komitmen. Begitu bayar, selesai. Tidak diributkan masalah emosional setelah berhubungan seks.

Ada juga, delapan persen, senang menggunakan pelacur karena ada suasana menegangkan. Ini karena ada perasaan melanggar tabu. Dalam jumlah kecil, tiga persen dan dua persen, menyewa pelacur karena sudah ketagihan dan karena tekanan teman-teman pria.

Para pria London hidung belang itu juga mulai menggunakan pelacur dari usia sangat muda. Hampir separuh, 44 persen, mulai menggunakan pelacur sebelum berusia 21 tahun. Ada yang 12 tahun sudah menyewa pelacur, ada pula yang 58 tahun baru menyewa pelacur untuk pertama kali.

Dari jumlah itu, sebagian besar--sampai 60 persen--pernah menggunakan pelacur di rumah bordil. Sedang 55 persen pernah bermain di rumah si pelacur. Sedang yang memanggil pelacur panggilan, mencapai 33 persen.

Nah sekarang negara tempat orang Inggris pernah dikunjungi dan di sana menyewa pelacur. Ternyata terbanyak di Belanda yakni 19 kali disebutkan, diikuti Thailand dengan delapan kali. Di tempat ketiga, tujuh kali, dari tiga negara yakni India, Amerika Serikat, dan Jerman.

 

[Sumber: CBN]

Friday, January 15, 2010

Selingkuh Itu Alamiah?

Hasil suatu pengkajian yang pernah dilaporkan di jurnal Science, edisi September 1998, menyebutkan bahwa selingkuh (infidelity) itu alami (natural). Hasil itu memperlihatkan bahwa sembilan di antara sepuluh mamal (binatang menyusui) dan burung yang berpasangan untuk hidup ternyata tidak jujur terhadap pasangan mereka.

Para ahli mendapati, binatang yang berkeliaran untuk saling kawin hanyalah mengikuti kebutuhan biologis mereka. Penelitian yang, antara lain, menggunakan teknik uji coba genetik (genetic testing) itu memperlihatkan bahwa bahkan pasangan binatang yang dikenal saling setia dengan pasangannya, juga berupaya mendapatkan pasangan seksual dengan yang lain.

Menurut Dr Stephen T Emlen, seorang ahli perilaku evolusioner dari Cornell University, Amerika Serikat, betina berkeliaran untuk mendapatkan gen sebaik mungkin bagi keturunannya, sedangkan jantan terdorong hasrat untuk menjantan i sesering dan sebanyak mungkin. “Monogami yang sebenarnya sungguh jarang,” katanya.

Dr Emlen berpendapat, ada dua macam monogami, yaitu sosial dan genetik. Pada jenis yang pertama, pasangan mengikat diri dan bekerja bersama untuk membesarkan anak, sedangkan pada monogami genetik para induk adalah pasangan seks yang saling setia. Bila monogami sosial relatif sudah umum, monogami genetik adalah suatu kekecualian dan bukanlah peraturan.

Dikatakan, hanya ada dua jenis monyet, marmoset dan tamarin, yang benar-benar penganut monogami. Semua jenis primata yang lain sering kawin dengan yang bukan pasangannya. “Salah satu polanya adalah betina mencari status dan kualitas tinggi,” tutur Dr Emlen.

“Dengan cara itu betina mampu melahirkan keturunan dengan kualitas lebih tinggi yang memiliki kemampuan untuk hidup dan bertahan.” Si jantan secara biologis digerakkan untuk keluyuran dengan hasrat untuk menyebarkan gen ke dalam kawan an mereka sebanyak mungkin.

Contoh lain diperoleh dari burung. Kesetiaan dalam berpasangan seks sudah lama diyakini terdapat dalam kawanan burung. Bluebird, sejenis burung yang pandai menyanyi, merupakan salah satu contoh terbaik. Pasangan jantan dan betina bekerja bersama untuk membuat sarang, mengerami telur, kemudian memberi makan dan membesarkan keturunan mereka yang masih muda.

Meski begitu, periset mendapati perselingkuhan yang juga tinggi dalam kehidupan seks burung bluebird. Patricia Adair Gowarty, seorang ahli perilaku lingkungan hidup dari University of Georgia, mendapati bahwa 15 persen hingga 20 persen bayi burung yang diasuh oleh pasangan bluebird bukanlah keturunan biologis si jantan. Menurut Gowarty, hanya 10 persen dari 180 spesies itu yang secara sosial bermonogami, benar-benar setia secara seksual.

Tentu saja manusia jauh berbeda dengan binatang. Alasan manusia untuk mendapatkan seks di luar pasangan juga jauh lebih rumit dan kom pleks. Satu hal yang secara umum diyakini periset, monogami tercipta di antara spesies yang keturunannya sanggup bertahan dengan baik karena dibesarkan oleh pasangan yang utuh. Secara evolusi, mungkin ini yang mendorong manusia untuk bermonogami karena anak-anaknya perlu waktu lama untuk menjadi dewasa.

Gagal Ereksi Sebelum Menikah

Mengetahui bahwa pengalaman berhubungan seksual dengan dua temannya selalu gagal ereksi, ia jadi khawatir. Betulkah pemuda ini mengalami disfungsi ereksi? Apa yang menjadi penyebab, mengingat gairah seksualnya sangat baik?

"Saya seorang pria berumur 31 tahun, berencana akan menikah tahun depan dengan pacar yang berumur 26 tahun.

Selama ini saya pernah melakukan hubungan seksual dengan dua teman wanita saya, tetapi sangat mengecewakan. Dengan keduanya saya gagal, tidak bisa ereksi. Padahal, sebelum memulai hubungan seks, saya sangat bergairah dan dapat mengalami ereksi dengan baik.

Namun, saat akan mulai berhubungan seks, ereksi saya hilang dengan cepat. Setelah itu, sukar sekali untuk ereksi lagi. Saya sangat malu dengan pengalaman yang menakutkan itu. Saya jadi merasa takut untuk mencoba dengan calon istri saya ini.

Mohon informasi, apakah saya impoten? Bagaimana mengatasi masalah ini? Apakah kalau sudah menikah, saya akan tetap begini? Apa yang harus saya lakukan supaya saya tidak gagal waktu menikah tahun depan?"

LJ, Batam

Belum tentu DE
Ketakutan Anda mengalami disfungsi ereksi (istilah sekarang untuk impotensi) dapat saya mengerti. Kegagalan melakukan hubungan seksual dengan dua teman itu tentu sangat mengecewakan dan menakutkan. Namun, kegagalan itu tidak otomatis menjadikan Anda seorang pria yang disebut mengalami disfungsi ereksi (DE).

Disfungsi ereksi berarti ketidakmampuan yang menetap dalam mencapai dan mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Walaupun Anda memang mengalami kegagalan dalam mencapai dan mempertahankan ereksi penis yang cukup, belum tentu kegagalan itu terus terjadi.

Walaupun Anda pernah mencoba melakukan hubungan seksual dengan dua wanita, Anda tidak sebutkan seberapa sering melakukannya. Mungkin saja hubungan seksual yang Anda lakukan hanya satu dua kali.

Pada disfungsi ereksi, kegagalan ereksi itu tetap terjadi setelah sering kali melakukan hubungan seksual, paling sedikit 25 persen dari kesempatan melakukannya. Jadi, kalau hanya satu dua kali melakukannya, belum pasti mengalami disfungsi ereksi.

Kegagalan psikis
Kegagalan Anda melakukan hubungan seksual dengan dua teman itu sangat mungkin disebabkan oleh hambatan psikis yang muncul pada saat akan melakukan hubungan seksual.

Beberapa hambatan psikis yang mungkin muncul pada saat itu antara lain perasaan takut gagal, perasaan bersalah, takut ketahuan orang, takut hamil, atau berbagai perasaan yang lain.

Belum lagi bagaimana reaksi kedua teman itu. Kalau reaksi mereka tidak menyenangkan, apalagi menolak, tentu itu akan menghambat reaksi ereksi Anda, dan menyebabkan kegagalan.

Kalau penyebab kegagalan Anda memang karena hambatan psikis seperti ini, diharapkan tidak terjadi lagi setelah menikah kelak. Meski demikian, bukan berarti tidak ada suami yang mengalami disfungsi ereksi karena hambatan psikis. Tidak sedikit suami mengalami disfungsi ereksi karena hambatan psikis, misalnya, karena tidak dapat memuaskan istri dan kejemuan dengan istri.

Kegagalan fisik

Di samping hambatan psikis, ada pula hambatan fisik yang dapat mengakibatkan kegagalan ereksi. Walaupun mungkin hambatan atau gangguan fisik tidak terjadi pada diri Anda, sebaiknya hal ini tidak dikesampingkan.

Untuk itu, kalau kegagalan ereksi masih saja Anda alami setelah menikah kelak, sebaiknya Anda berkonsultasi lebih lanjut dan memeriksakan diri. Dengan demikian, dapat diketahui apa penyebab sebenarnya kegagalan ereksi Anda.

Barangkali lebih baik kalau Anda tidak melakukan hubungan seksual dengan teman Anda lagi. Masalahnya, kalau terjadi kegagalan lagi, saya khawatir dapat menimbulkan akibat lebih buruk bagi fungsi seksual Anda selanjutnya. Lebih baik menunggu sampai menikah.

Berusahalah tidak diganggu oleh perasaan takut gagal karena pengalaman yang lalu itu. Jangan sampai perasaan takut gagal karena pengalaman itu justru menghambat ereksi Anda setelah menikah kelak.

Andaikata kelak setelah menikah Anda mengalami kegagalan yang sama, saya sarankan jangan menunggu sampai lebih lama lagi. Segera berkonsultasi untuk mendapat penanganan agar tidak sampai menimbulkan akibat buruk lebih jauh.

Yang penting lagi, jangan sampai menimbulkan keluhan istri. Kalau sampai terjadi keluhan istri, penanganannya mungkin akan lebih sulit. @

Konsultasi dijawab oleh Prof Dr Wimpie Pangkahila, SpAnd [Sumber: Senior]