Friday, June 25, 2010

Mengukur Kesehatan Sperma

Setahun berlalu, namun Anda dan pasangan belum jua memiliki momongan. Padahal volume intercourse Anda berdua cukup bergelora. Cara terbaik, pergi ke dokter Ahli Andrologi dan Seksologi.

Disinilah Anda akan mendapatkan keterangan secara detil tentang kelemahan Anda berdua. Hal pertama yang akan dilakukan tentu saja si dokter mempelajari riwayat kesehatan Anda dan memberi pengantar pemeriksaan fisik lengkap. Bila ini belum mampu mengungkap masalah, Anda kemudian direferensikan menjalani uji diagnostik. Artinya, Anda harus menjalani analisis semen. pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur jumlah serta kualitas semen dan sperma seorang pria. Pengertian semen berbeda dengan sperma. Secara keseluruhan, cairan putih dan kental yang keluar dari alat kelamin pria saat ejakulasi disebut semen. Sedangkan 'makhluk' kecil yang berenang-renang di dalam semen di sebut sperma. Untuk ini, biasanya Anda akan diminta masturbasi di laboratorium dan menampungnya dalam tabung yang terbuat dari gelas. Setidaknya Anda harus menyediakan tiga sampel dengan selang waktu dua hingga empat minggu, karena hitungan sperma dapat berubah-ubah. Hal lain yang akan diperiksa oleh dokter, antara lain:

Hitungan sperma (sperm count).

Angka yang normal untuk perhitungan sperma adalah 200 juta per mililiternya dan 8 juta diantaranya aktif. Angka ini menentukan kesuburan pria 'sempurna' dalam semen yang bergerak agresif. Misalnya, seorang pria yang memproduksi 20 juta sperma per ml, 50% -nya bermotilitas bagus dan 60% -nya berbentuk sempurna, maka dia dikatakan memiliki hitungan sperma 20 x 0,5 x 0,6 = 6 juta sperma bagus per ml. Bila volume ejakulasinya adalah 2 ml, maka total sperma bagus dalam sampelnya adalah 12 juta.

Kelincahan gerak (motilitas).

Menyatakan tingkat aktivitas sperma. Sperma yang bergerak aktif ini sangat penting artinya, karena menunjukkan kemampuan sperma untuk bergerak dari tempat di disemprotkan menuju tempat pembuahan (tuba fallopi, bagian dari kandungan wanita). Dikatakan normal jika 40% atau lebih sperma dapat bergerak normal. Tetapi, beberapa pusat laboratorium mengatakan bahwa nilai normal adalah 60% atau lebih. Dokter biasanya menyajikan hasil pemeriksaanya dalam definisi-definisi:

* Polyzoospermia : Konsentrasi sperma sangat tinggi
* Oligozoospermia : Jumlah sperma kurang dari 20 juta/ml
* Hypospermia : Volume semen < 1,5 ml
* Hyperspermia : Volume semen > 5,5 ml
* Aspermia : Tidak ada semen
* Pyospermia : Ada sel darah putih pada semen
* Hematospermia : Ada sel darah merah pada semen
* Asthenozoospermia : Sperma yang mampu bergerak < 40%.
* Teratozoospermia : > 40% sperma mempunyai bentuk yang tidak normal
* Necozoospermia : sperma yang tidak hidup
* Oligoasthenozoospermia : Sperma yang mampu bergerak < 8 juta/ml

Morfologi.

Memberi informasi tentang ukuran, bentuk dan gambaran sperma melalui pemeriksaan sampel yang telah diwarnai di bawah mikroskop. Hasil pemeriksaan dikelompokkan ke dalam empat kelompok: bentuk normal, kepala tidak normal, ekor tidak normal, dan sel sperma belum matang (immature germ cells, IGC).

PH.

Perlu diketahui bahwa PH sperma cenderung basa sedangkan pada vagina cenderung asam. Semen agak basa (ukuran normal) -7,0 hingga 8,5. Meski menurut Dr. Yuriy Kirichoc belum, para ilmuan sampai sekarang belum menemukan mekanisme yang dapat mengatur tingkat asam atau basanya sperma.

Dian Pujayanti

1 comment: