Saturday, October 11, 2008

Pria Penari Striptis: Bisa Berlanjut dengan Layanan Plus

 
Pria Penari Striptis: Bisa Berlanjut dengan Layanan Plus

Dahulu tari striptis hanya dilakukan oleh wanita. Sekarang pria pun mau menari tanpa busana di hadapan penonton wanita. Variasi menu hiburan malam?

"Jangan lupa ya, nanti malam datang ke pestaku. Pokoknya akan
ada kejutan deh buat kalian," ujar Vera pada beberapa orang teman dekatnya. Malam itu Vera memang akan menyelenggarakan pesta khusus di rumahnya, di sebuah kawasan elite di daerah Jakarta Selatan. Karena pesta yang akan diselenggarakan terbilang khusus, yang diundang pun hanya teman-teman yang tergolong dekat dengannya.

Ketika pesta kemudian berlangsung, teman-teman Vera lantas menagih janji padaniya:

"Mana kejutannya, Ver?"

"Sabar," ujar Vera tersenyum. Tak lama kemudian ia memberi aba-aba pada seseorang untuk memulai pertunjukan yang ia bilang 'kejutan' pada teman-temannya itu.

Musik berirama disco pun menggelegar di arena pesta yang diselenggarakan di sisi kolam renang rumah Vera dengan hiasan lampu warna-warni. Kemudian muncul dua orang pria mengenakari busana tipis ketat memperlihatkan lekuk tubuh mereka yang macho dan atletis. Mereka meliuk-liukkan tubuhnya, menari dengan gerakan sensual dan erotik mengikuti irama musik. Karuan saja para wanita yang ada di pesta itu bertepuk tangan meriah, bahkan ada yang bersuit-suit. Sorakan itu semakin membahana manakala kedua pria itu mulai menanggalkan helai demi helai busana yang mereka kenakan, hingga tinggal celana dalam G string tipis saja sebagai penutup tubuh.

"Aduh, yang sebelah kiri itu boleh juga, Ver. Bodinya keren, tampangnya seperti Enrique Iglesias," ujar seorang tamu pada Vera.

"Memangnya lu mau, kalau naksir gampang diatur kok," seloroh Vera pada temannya.

Begitulah gambaran pesta yang diselenggarakan di rumah Vera malam itu, yang dimeriahkan dengan pertunjukkan tari striptis oleh pria.

Memang, sekarang ini bukan hal aneh kaum wanita menyaksikan pertunjukan tari striptis yang dilakukan oleh pria. Sajian tari telajang itu baru terbatas untuk hiburan di pesta-pesta tertutup saja. Seperti yang diselenggarakan Vera di rumahnya, atau di kamar hotel dan tempat tertutup lainnya. Awalnya pertunjukan tari striptis oleh pria ini hanya untuk konsumsi kaum gay, namun kemudian banyak wanita yang senang menyaksikannya.

LAYANAN PLUS ASAL HARGA SEPAKAT
Menurut Moamar MK, yang banyak menulis buku tentang kehidupan malam, pertunjukan tari striptis oleh pria mulai marak sejak tahun 80-an, tetapi baru booming pada tahun 90-an. Sajian tari telanjang ini seperti menjadi variasi menu dalam bisnis prostitusi. "Layanan ini awalnya ditujukan bagi mereka kaum gay di klub-klub tempat biasa mereka berkumpul," cerita penulis buku Jakarta Undercover ini. Sesuai permintaan pasar yang menginginkan layanan pertunjukan striptis privat akhirnya muncul pria-pria penari striptis panggilan. "Lagi-lagi awalnya untuk pria-pria pecinta sejenis. Kadang mereka juga mengajak teman-teman wanita untuk menonton pertunjukan ini. Merasa terhibur dengan jasa ini, wanita-wanita itu akhirnya berinsiatif sendiri untuk memanggil mereka. Biasanya untuk hiburan pesta-pesta tertutup. Entah di rumah, di kamar hotel dan berbagai tempat tertutup lainnya," tambah Moamar MK.

Meski pria penari striptis ini umumnya gay, namun ada juga yang pria tulen. "Tapi mereka profesional. Biar pria tulen, kalau memang ada yang meminta untuk melayani sejenis, mereka bisa. Asal harga sepakat, semua lancar," ujar Moamar. Mau layanan lebih atau layanan plus? Itu juga bisa diatur. Jika pada pertunjukan terbuka, layanan lebih hanya sebatas pegang-pegang saja - dan untuk itu pun dikenakan charge, meski cuma tip - maka kalau ingin berlanjut dengan layanan yang lebih lengkap, bisa juga. Tetapi tunggu setelah pertujukan usai. Dengan biaya lagi tentunya, untuk bayar jasa layanan dan sewa kamar.

Di Jakarta ini umumnya bayaran mereka berkisar atara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta rupiah per orang. Begitu juga untuk tarif layanan lebih. Tapi kerap juga terjadi unsur perasaan menyelinap masuk dalam bisnis ini. Kalau kebetulan konsumen yang minta layanan lebih itu menarik atau cantik, bisa saja mereka memberi keringanan biaya layanan tambahan. Malah bisa jadi free. Prinsip ekonomi you like I like no pay, let's we play, bisa berlaku. Kalaupun mereka tidak bisa total free, itu karena mereka 'terikat kontrak' dengan broker, atau induk semang yang berperan layaknya manager. Broker ini yang mengurus masalah order serta negosiasi harga jasa tarian. Diluar itu, terserah aturan main striper dengan konsumennya dalam kamar.

HARUS BERTUBUH ATLETIS DAN MULUS
Untuk menjadi penari striptis pria ada syarat-syarat tersendiri. Yang pasti mereka harus berkulit mulus dan bertubuh bagus. Jangan harap pria bertubuh gendut, berperut buncit bisa lolos seleksi.

Syarat lain mereka juga harus bisa 'menguasai' penonton dengan ekpresi dan gerakan tubuh mereka. Selain itu mereka juga harus bisa mengharmoniskan gerakan dengan alunan musik pengiring. Karena itu mereka harus punya basic menari. Para induk semang, biasanya telah membekali anak buah mereka dengan ketrampilan ini. Bisnis hiburan seperti ini banyak tersebar di Jakarta, mulai yang berkedok panti pijat, karaoke sampai klub-klub hiburan malam.

Demikian juga dengan broker tidak terlalu sulit ditemukan. Broker untuk striptis wanita biasanya juga bisa menjadi penghubung striptis pria. Semua tempat hiburan yang menyediakan pertunjukan striptis dipastikan selalu ada broker. Pertunjukan striptis ini layaknya fastfood, kalau kurang puas makan di tempat, bisa pesan untuk dibawa pulang. Nah?
Sumber: Majalah Sartika

2 comments: